Nitilaku Ingatkan Sejarah Berdirinya UGM
Bregada dari berbagai kampung hingga bregada yang dibuat oleh masing-masing fakultas di UGM turut serta pula dalam pawai ini.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
"Tiap tahun kita melakukan nitilaku untuk mengenang sumbangsih Sri Sultan HB IX meminjam pagelaran ini sebagai tempat perkuliahan. Dengan suasana keterbatasan ketika itu, UGM tetap mampu melahirkan tokoh nasional yang hebat," katanya.
Lebih jauh Ketua Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), Ganjar Pranowo mengatakan Nitilaku ini adalah merajut hubungan antara kampus, kraton dan masyarakat sekitar.
Ada semangat kesejarahan mulai Siti Hinggil Keraton sampai Bulaksumur.
Ganjar juga menyebut keterlibatan masyarakat seperti bakul jamu, penjual angkringan hingga mahasiswa dari seluruh Indonesia di Yogyakarta dalam menampilkan karyanya adalah cerminan kebhinekaan.
"Saya berharap betul di setiap langkah nitilaku semua merasakan denyut perjuangan, denyut perkembangan. Sehingga kita harapkan para alumni denyutnya itu juga berpikir, langkah menuju posisi masing-masing itu dimulai dari sejarah yang panjang," terangnya.
Oleh karena itu, ia berharap para alumni UGM ini dapat mengabdikan diri, mengajak masyarkat dan memberikan ruang demokrasi yang lebih banyak.
Ia berharap, di posisi apapun Kagama dapat mewakafkan untuk negeri.
Ia mencotohkan Kagama yang saat ini berperan untuk negeri yakni tak lain adalah Presiden Joko Widodo, selain itu ada pula menteri-menteri yang juga alumni UGM.
"Itulah bentuk balas budi kita ke negara," tukasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nitilaku_20171217_131915.jpg)