Nitilaku Ingatkan Sejarah Berdirinya UGM
Bregada dari berbagai kampung hingga bregada yang dibuat oleh masing-masing fakultas di UGM turut serta pula dalam pawai ini.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nitilaku Perguruan Kebangsaan 2017 sukses membuat ribuan masyarakat Yogyakarta dan Kagama akan sejarah berdirinya UGM.
Kegiatan Nitilaku ini bertujuan untuk mengenang sejarah berdirinya UGM dan mengenang sumbangsih Keraton Yogyakarta sebagai tempat perkuliahan di saat saat awal kampus UGM berdiri.
Para peserta nitilaku kali ini mengenakan busana di era masa-masa perjuangan dan tidak sedikit yang menggunakan busana khas daerah.
Nitilaku kali ini mengundang para menteri yang merupakan alumni-alumni UGM dan tergabung dalam Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).
Adapun dalam kesempatan itu, Rektor UGM Panut Mulyono dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengenakan pakaian ala pejuang kemerdekaan, lalu Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengenakan baju khas Madura.
Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimoelyono dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kompak mengenakan baju adat Jawa.
Berbagai pertunjukan dari peserta pawai turut mewarnai kirab budaya kali ini.
Bregada dari berbagai kampung hingga bregada yang dibuat oleh masing-masing fakultas di UGM turut serta pula dalam pawai ini.
Selain itu nitilaku juga dimeriahkan oleh Genderang Suling Canka Lokananta, yakni drumband kebanggaan Korps Taruna Akademi Militer.
Peserta nitilaku dilepas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di halaman alun-alun utara.
Dalam sambutannya, Gubernur DIY mengatakan kegiatan nitilaku dilaksanakan untuk mengenang kembali masa-masa pendirian UGM sekaligus mengingatkan pada para alumni untuk tidak melupakan peran almamater yang mendidik mereka selama duduk di bangku kuliah.
"Peristiwa ini sangat penting karena kita dibesarkan hingga bisa menjadi ‘orang’ seperti sekarang ini karena peran UGM," ujarnya.
Sri Sultan juga mengingatkan agar para alumni untuk terus berkiprah memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi bangsa dan Negara.
"Kita bisa berbuat sesuatu tidak hanya bagi bangsa tapi juga bagi UGM," katanya.
Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan kegiatan nitilaku rutin dilaksanakan setiap tahun dalam menyemarakkan kegiatan Dies Natalis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nitilaku_20171217_131915.jpg)