Tetap Tolak Bandara, Warga Lewatkan Batas Toleransi Akhir

Warga tetap menolak bernegosiasi atas proyek tersebut dan bahkan mengusir rombongan tersebut.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Suasana pertemuan warga penolak bandara dengan AP I dan Pemkab Kulonprogo, Junat (15/12/2017) di Palihan sebelum berakhir tanpa hasil dan rombongan diusir. 

"Kalau warga bisa menyampaikan uneg-unegnya dalam pertemuan itu, kami akan dengarkan dan diskusikan solusinya seperti apa. Dan batas hari ini sudah dilampaui, batas toleransi sudah dilakukan. Ini sudah dipatok dan tidak bisa mundur lagi, awal 2018 (pembangunan) harus mulai," kata Triyono.

Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I, Sujiastono mengatakan, sikap menolak adalah hak warga.

Baca: Keberadaan Aktivis Penolakan Bandara NYIA Disoroti Warga

Namun, ia memastikan bahwa proses konsinyasi ganti rugi lahan akan terus berjalan hingga ada putusan penetapan dan bidang lahan terkait akan beralih status menjadi hak milik negara untuk digunakan bagi pembangunan bandara.

Ia menyebut, warga akan rugi sendiri jika tidak segera keluar dari areal cakupan lahan pembangunan bandara karena pekerjaan lapangan dengan alat-alat berat akan tetap berjalan.

Dia tak memungkiri bahwa suatu ketika pekerjaan itu akan menganggu kenyamanan warga dengan adanya kebisingan dan debu.

Pihaknya tidak serta merta akan memaksa warga untuk pergi namun akan mengedepankan pendekatan.

"Kami tidak memaksa. Warga yang masih di situ kami beri surat peringatan. Kita tidak langsung robohkan dan lakukan pengusiran namun kita datangi .Kita akan upayakan langkah terbaik, persuasif kepada masyarakat dan tahapan berikutnya masih ada gelombang ketiga pemberian (surat peringatan). Yang kami robohkan saat ini hanya yang benar-benar sudah kosong tapi pohon dan kandang ayam tentu kami robohkan," kata Sujiastono.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved