Terdampak Banjir, Lahan Pertanian di Klayar Belum Bisa Ditanami
Sekitar 20 hektare lahan di Dusun Klayar yang terdampak banjir, dan lahan yang aman berada di lahan Tumpengsari milik Dinas Kehutanan.
Penulis: trs | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Tris Jumali
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Banjir yang melanda di Dusun Klayar, Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul mengakibatkan sebagian lahan pertanian milik warga rusak, Kamis (14/12/2017).
Seorang petani Dusun Klayar, Kliwat (45) mengatakan, kondisi lahannya yang baru saja ditanami padi sebelum banjir menerjang kini belum bisa ditanami kembali.
"Sekarang tidak tahu mas masih bisa ditanami atau tidak, tanahnya sekarang seperti ini, lihat saja tanamannya hidup mati tak mau," jelasnya.
Di atas tanah sekitar 1000 meter, Kliwat menunjukan kondisi lahannya yang berada di pinggir Sungai Oya.
Tidak ada tanaman yang tumbuh pada lahan yang ia miliki tersebut.
Tanah sawah yang seharusnya lembek pun saat diinjak terasa keras.
"Paling harus dibajak dulu, tapi belum bisa, saya masih memperbaiki rumah," ucapnya.
Sebelumnya, tanah yang ia miliki itu terdapat lumpur yang tingginya sekitar 20 cm, tapi karena terkena arus banjir, lumpur yang seharusnya untuk menanami padi tersebut telah hilang.
Dan ketinggian tanah miliknya pun menyusut.
Tejo Suprapto, Kepala Dusun Klayar mengatakan, kalau cerita tentang persawahan di dusunnya, para petani sudah menangis dua kali, karena tradisi menanam padi di sana hanya setahun sekali dan di tanam dekat sungai.
"Yang jauh dari sungai berupa palawija, jagung, kacang, dan kedelai. Kedepan kita tidak tahu, stok beras kita bisa aman atau tidak, karena mayoritas itu habis, lapisan subur di atas tanah juga habis," jelas Tejo.
Selain itu, tanah yang biasa ditanami oleh warga tersebut belum tentu bisa tumbuh subur, karena di dusunnya dalam menanam padi tergantung oleh musim, berbeda dengan Yogyakarta yang bisa sampai empat kali panen.
"Kita kan di dataran tinggi, jadi tergantung musim, kayak musim kemarau, musim burung, hama kalau tidak bareng dengan yang lain tidak bisa," terangnya
Ada sekitar 20 hektare lahan di Dusun Klayar yang terdampak banjir, dan lahan yang aman berada di lahan Tumpengsari milik Dinas Kehutanan.
Oleh karena itu, kemarin dirinya setelah temu wicara dengan Bupati Gunungkidul dan Dinas Pertanian mengkonsepkan tukar guling tanah dengan lahan Kehutanan.
"Di lahan kehutanan itu banyak yang aman dari bencana banjir, kalau bisa tukar guling, masyarkat yang di pinggir kali tukar dengan di tanah kehutanan, kalau banjir gini terus apa gak habis," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lahan-pertanian_20171214_154824.jpg)