KOLOM 52

Menunggu Ending Serial Telenovanto

Generasi ini seakan mendapat bonus menyaksikan seorang “pencuri” yang sangat licin saat mau ditangkap.

Penulis: ufi | Editor: Muhammad Fatoni
Menunggu Ending Serial Telenovanto
Tribun Jogja

GENERASI istimewa adalah mereka yang lahir antara 1960 hingga 1980. Menurut sejumlah penelitian, generasi ini adalah generasi yang paling bahagia di Indonesia.

Sejumlah narasi dibangun untuk membuktikan bagaimana generasi ini memang benar-benar yang paling bahagia.

Satu di antaranya adalah, bagaimana generasi ini pernah mengalami rasanya berdebar-debar saat mencium wangi kertas surat cinta yang dibeli ngecer di kios kelontong yang akan dikirimkan ke kekasih pujaan hati, sekaligus waswas saat menunggu balasannya.

Setelah era "air Mail" generasi ini juga merasakan sensasi bunyi sekaligus Getaran PAGER yg dulu tampak gagah saat diselipkan di ikat pinggang.

Generasi ini juga merasakan asyiknya membawa pesan singkat di layar ponsel sempit sehingga seperti membaca running tex.

Namun pada saatnya, generasi ini juga tidak gagap saat menikmati layanan whatsapp atau instagram.

Generasi ini juga pernah merasakan bagaimana sensasi afdruk pas foto di konter konter di pinggir jalan yg lapaknya identik dg lampu petromak. Atau bagaimana mereka bangga saat dalam sebuah rombongan piknik ada satu orang yg ditunjuk untuk sewa KODAK dan beli film.

Namun generasi ini juga menikmati percepatan teknologi kamera yg bisa dibawa ke bawah air hingga drone yg belakangan juga booming.

Kebahagiaan generasi ini juga dinikmati saat mereka masih bebas mandi di kali, main petak umpet atau go back so dor di halaman yang luas.

Ketika sampai waktunya, generasi inipun saatnya menikmati gemerlapnya mal yg adem meski di luaran cuaca mulai tak bersahabat.

Generasi ini juga dibuat berdebar-debar sekaligus penasaran saat harus menantikan kisah Brama Kumbara di episode keesokan harinya.

Belum lagi, setiap minggu generasi ini setia menyaksikan kisah Unyil l atau “Kisah Serumpun Bambu” yang ada Pak Sukri yang bijak serta Bayu yang masih jadi idola hingga saat ini.

Sementara saat ini, mereka hanya tersenyum ketika melihat kenyataan, anak-anak mereka lebih mengidolakan Upin dan Ipin, tokoh impor dari negeri jiran.

Nah, Generasi ini juga pernah merasakan ketakutan yang luar biasa saat ulah mereka mencuri mangga tetangga dan dilaporkan Pak RT. Mereka juga pernah merasakan jantung berdebar saat berbuat culas ketika di sekolah diam-diam membikin catatan kecil untuk nyontek.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved