Tes HIV Penting untuk Ketahui Status Risiko

Orang yang sudah terkena HIV agar dirinya tidak terkena AIDS maka harus diberi obat-obat Antiretroviral (ARV) dan mengubah perilakunya.

Tes HIV Penting untuk Ketahui Status Risiko
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Puskesmas Gedongtengen, dr Tri Kusumo Bawono mengatakan penyakit HIV / AIDS bisa menular tetapi tidak mudah menular.

Ia menjelaskan, penyakit HIV/AIDS akan rentan terhadap orang sering bergonta ganti pasangan, memakai narkotika jenis suntikan, pernah menerima atau donor transfusi darah, dan memakai tindik atau tatoo dengan jarum yang tidak steril.

Untuk mengetahui itu, harus melakukan tes VCT secara sukarela.

Gunanya untuk mengetahui status seseorang apakah terkena virus HIV/AIDS atau tidak serta untuk merubah perilaku seseorang.

“Yang dulu kita gonta ganti pasangan , hari ini tidak. Hanya satu pasangan. Yang dulu kita memakai narkotika jenis suntik, sekarang tidak pakai narkoba lagi,” tegas Tri pada Jumat (8/12/2017).

Tri menyebut, peningkatan kasus HIV / AIDS di Indonesia dan khususnya di Yogyakarta meningkat cukup signifikan.

Tahun 2017 penderita HIV sebanyak 934 kasus, sedang penderita AIDS sebanyak 257 kasus.

Ia menjelaskan bahwa orang yang terkena HIV belum tentu juga terkena AIDS.

Orang yang sudah terkena HIV agar dirinya tidak terkena AIDS maka harus diberi obat-obat Antiretroviral (ARV) dan mengubah perilakunya.

“Jadi orang yang kena HIV belum tentu kena AIDS. Orang yang kena HIV dicegah agar tidak terkena AIDS dengan cara merubah perilaku dan meminum obat-obat Antiretroviral, “ tambahnya (*)

Penulis: gil
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved