Terkait Tindakan Amerika Serikat yang Mengakui Yerusalem, Pemimpin Hamas Serukan 'Intifada'

Pada Intifada pertama, kekerasaan bukanlah satu-satunya acara melakukan pemberontakan.

Tayang:
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Ari Nugroho
www.jpost.com
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh sampaikan ada kemungkinan Intifada akan pecah karena keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

Pemicunya adalah ketika calon Perdana Menteri, Ariel Sharon pergi ke Bukit Bait Suci atau Temple Mount di Yerusalem, yang menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa.

Saat itu Sharon menyerukan, "Bukit Bait Suci ada di tangan kita!"

Hal itu dianggap sebagai statemet status yang menyinggung umat muslim Palestina dan wilayah lain.

Dan Hamas memperingatkan melalui pidato Ismail Haniyeh kemarin, Intifada ketiga mungkin saja terjadi jika Amerika Serikat dan pihak-pihak lain berusaha menguasai Yerusalem.

 (Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved