Yogyakarta Dinyatakan Aman dari Kasus Difteri
Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri
TRIBUBJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, drg Yudiria Amelia, mengatakan saat ini Yogyakarta aman dari kasus Difteri.
"Yogya aman dari difteri, karena status imunisasinya cukup baik, sekitar 90%," ujar Yudiria ketika ditemui di ruangannya, Kamis (7/12/2017).
Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan.
Difteri terkadang juga dapat memengaruhi kulit.
Penyakit ini disebabkan karena kuman Corynabacterium diphtheriae.
Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri.
Di Indonesia, vaksin difteri biasanya diberikan lewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis) sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan.
Penyakit ini penularannya melalui kontak dengan penderita pada masa inkubasi yaitu selama 2 - 5 hari.
Selain itu penularan dapat melalui pernafasan (droplet infection), muntahan, luka (difteri kulit).
Ada tiga klasifikasi kasus difteri yaitu kasus probable, kasus konfirm laboratorium, kasus konfirm hubungan epid dengan kasus konfirm laboratorium.
Walau bakteri difteri dapat menyerang jaringan apa saja pada tubuh, tanda-tanda yang paling menonjol adalah pada tenggorokan dan mulut.
Tanda-tanda dan gejala umum dari difteri adalah tenggorokan dilapisi selaput tebal berwarna abu-abu, radang tenggorokan dan serak, pembengkakan kelenjar pada leher, masalah pernapasan dan saat menelan.
Selain itu gejala lainnya yaitu cairan pada hidung, ngiler, demam dan menggigil, batuk yang keras, perasaan tidak nyaman, perubahan pada penglihatan, bicara yang melantur, tanda-tanda shock, seperti kulit yang pucat dan dingin, berkeringat dan jantung berdebar cepat.
Yudiria mengatakan ada beberapa faktor risiko difteri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/difteri_20171207_114017.jpg)