Bandara Kulonprogo

Warga Penolak Pembangunan Bandara Baru, Memilih Bertahan di Posko Utama Masjid AlHidayah

Di serambi masjid, terlihat juga sejumlah warga duduk bersiap menghadang petugas jika suatu ketika hendak merobohkan posko pertahanan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: oda
tribunjogja/ahmad syarifudin
Sejumlah warga penolak penggusuran bandara memilih berkumpul dan mempertahankan posko induk di Masjid AlHidayah. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO-Eksekusi lanjutan hari kedua penggusuran lahan pembangunan Bandara Kulonprogo, Selasa (05/12/2017) kembali dimulai setelah sebelumnya berhenti untuk istirahat.

Sejumlah warga penolak penggusuran bandara, saat ini terpantau pukul 14.00 WIB lebih memilih berkumpul dan mempertahankan posko induk di Masjid AlHidayah.

Tampak sejumlah relawan solidaritas memasang kembali Poster-poster penolakan terkait pembangunan bandara setelah sebelumnya disobek petugas.

Di serambi masjid, terlihat juga sejumlah warga duduk bersiap menghadang petugas jika suatu ketika hendak merobohkan posko pertahanan.

Sumpah serapah dari sejumlah warga sesekali terdengar, ia memaki petugas yang dinilainya tidak berperikemanusiaan.

Bahkan, seorang warga perempuan tampak dengan sangat fasih menyumpahi petugas, karena telah merobohkan pohon dan menggerus tanah disekitar masjid.

"Ini masjid tempat ibadah. Kok bisa tanahnya di lubangi, bagaimana ini mau ibadah. Pucek matane koe (Buta Matamu)," ujar dia lantang.

Sementara itu, seorang ibu rambutnya terurai, berbaju biru dan barcelana hitam yang diketahui bernama ponirah, tampak berlarian menghadang backhoe petugas yang mulai meraung-raung merobohkan kandang peternak warga.

Teriakan ponirah, kemudian disusul warga yang lain yang turut menghadang backhoe.

Sejumlah warga penolak penggusuran bandara memilih berkumpul dan mempertahankan posko induk di Masjid AlHidayah.
Sejumlah warga penolak penggusuran bandara memilih berkumpul dan mempertahankan posko induk di Masjid AlHidayah. (tribunjogja/ahmad syarifudin)

Sukses menghancurkan kandang ternak disekitar pekarangan rumah warga yang menolak, backhoe kemudian mundur menjauh dan bergerak ke arah utara.

"Setelah ini rumahnya Alek, Rumahnya Alek jadi sasaran. Ayok pada kesana, bantu,"ajak ponirah kepada perempuan yang berdiri disampingnya.

Ia tampak tersengal sengal mengatur nafasnya yang tak beraturan, sesekali ia tampak memegang dadanya yang naik turun tak menentu.

Sampai saat berita ini ditulis, suasana masih cukup kondusif.

Sejumlah warga masih kokoh dan berjuang mempertahankan tanah dan rumahnya. Mereka berjuang di Posko induk Masjid AlHidayah.

Sebelumnya, sesaat sebelunm waktu istirahat tepat pukul 12.00 WIB.

Kondisi keadaan di area terdampak pembangunan bandara sempat memanas, lantaran petugas mendapat hadangan ketat dari warga dan sejumlah relawan solidaritas. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved