Bandara Kulonprogo

Pengakuan Seorang Warga Terdampak Bandara NYIA : Saya Dicekik, Dipukul dan Diseret

Ia mengaku sempat meneteskan air mata karena memendam perih di lubuk hatinya mendapat perlakukan tak sepantasnya

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Fajar Ahmadi, warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarata International Airport (NYIA) menunjukan luka di bagian tubuhnya. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Fajar Ahmadi, seorang warga terdampak pembangunan bandara New Yogykarta International Airport (NYIA), mendapat perlakukan yang tidak sepantasnya oleh aparat yang bertugas mengamankan jalannya eksekusi pembersihan lahan, Selasa (04/12/2017).

Ia mengaku dicekik dari belakang, diseret dan kemudian ditendang di bagian betisnya oleh aparat, saat berupaya mempertahankan tanah dan rumahnya dari hantaman backhoe. 

Akibatnya, ia menderita luka di leher, betis dan sejumlah titik di bagian tubuhnya.

Kepada Tribun Jogja, ia mengaku sempat meneteskan air mata karena memendam perih di lubuk hatinya mendapat perlakukan tak sepantasnya dari petugas.

“Belum pernah saya menangis. Baru kali ini saya meneteskan air mata,” ujar lelaki dua anak ini.

Selain perih hatinya mendapat perlakuan yang dinilai kurang sepantasnya dari aparat, ia menangis lantaran trenyuh menyaksikan perjuangan kawan-kawannya.

Baik dari puluhan warga yang masih kokoh bertahan maupun dari relawan solidaritas yang ditangkap aparat.

"Saya tidak tega menyaksikan mereka diseret paksa aparat," tuturnya. 

Kendati demikian, ia mengaku tak gentar bahkan tak akan mundur sejengkal pun dari tanah dan rumahnya.

“Ini sudah Klimaks. Makin semangat saya berjuang,”ungkanya.

Sebelumnya, warga penolak pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo, Selasa pagi terus berupaya mempertahankan atas tanah dan bangunannya, meski enam backhoe telah meratakan semua pohon dan rumah-rumah kosong warga lainnya.

Diceritakan Fajar, saat kejadian itu pihaknya dipepet dan dipancing aparat untuk melakukan tindakan anarkis.

Sampai kemudian terjadi dorong mendorong antara kubu Fajar yang pasang pagar betis dengan aparat yang memaksa membubarkan barisan.  

“Saat itu saya terdorong ke depan, saya dicekik dari belakang oleh aparat, diseret dan ditendang di bagian betis,”ungkap fajar sembari menunjukkan beberapa luka di bagian tubuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved