Komunitas Multirotor Jogja, Tak Asal 'Terbang'
Drone multirotor ini pun tentu tak boleh asal terbang. Ada peraturan yang harus ditaati saat menerbangkan drone multirotor.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
Ada peraturan yang harus ditaati saat menerbangkan drone multirotor.
"Ada panduan ketinggaian maksimal. Biasanya maksimal 150 meter. Atau ambil contoh ketika menerbangkan drone multirotor di Malioboro, terbang maksimal setinggi gedung tertinggi dari gedung di sekitarnya," tutur Kris.
Begitu pula di kawasan cagar budaya seperti di candi-candi besar yang ada di DIY.
"Kalau mau menerbangkan di kawasan candi-candi besar seperti Boko atau Prambanan harus izin dulu ke kementrian," tuturnya.
"Untuk menerbangkan di Keraton pun belum lama GKR Hayu mengimbau untuk menerbangkan di kawasan terbuka alun-alun saja. Tidak boleh melewati Pagelaran. Itu jadi panduan juga bagi kami," lanjutnya.
Bagi para pemula pun disarankan untuk banyak-banyak membaca referensi sebelum menerbangkan multirotor mereka.
Hal tersebut untuk menghindari human eror yang kerap kali terjadi.
"Biasanya human eror. Kadang orang habis beli mereka nggak baca dulu manual book-nya. Harus ada 'asupan gizi'. Atau disarankan ikut komunitas, belajar dulu di komunitas," kata Kris.
Selain itu untuk merawat drone multirotor ini harus memerhatikan beberapa hal, satu di antaranya yakni baterai.
"Baterainya lithium. Logikanya seperti ponsel, orang biasanya kalau charge ponsel dayanya masih 50 persen udah dicharge. Padahal itu bisa menurunkan dayanya, dari 100 persen turun jadi sekian persen. Itu yang harus diantisipasi," terangnya.
Baterai pun harus dalam keadaan nol persen jika hendak dibawa dalam penerbangan.
Hal tersebut untuk menghindari terbakarnya baterai drone di bagasi pesawat.
"Harus kosong dulu baterainya. Banyak kejadian drone terbakar di bagasi pesawat karena tekanan yang mempengaruhi baterainya jadi terbakar," kata dia.
Untuk penyimpanan, seperti halnya benda elektronik lain, drone disimpan di tempat yang tidak lembap.
"Seperti kamera, disimpannya di tempat yang nggak lembap," terangnya.
Kris juga menyarankan untuk membersihkan drone setelah dipakai di area pantai.
Cukup dilap dengan kain yang dibasuh air tawar.
"Dilap-lap biasa aja pakai air tawar," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/komunitas-multirotor-jogja_20171202_150226.jpg)