Yayasan Tarakanita Peringati 1 Abad Keberadaan Suster Cinta Kasih
Kegiatan tersebut diikuti oleh sedikitnya 300 siswa-siswi, yang berasal dari perwakilan sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Tarakanita.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memperingati 100 tahun keberadaan suster cinta kasih Carolus Borromeus (Cb) di Indonesia, diselenggarakanlah kegiatan senam sehat dan talkshow bertema 'Dengan Membangun Budaya Kasih dan Bela Rasa, Kita Cegah Tindak Kekerasan', di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, Sabtu (25/11/2017) pagi.
Kegiatan tersebut, diikuti oleh sedikitnya 300 siswa-siswi, yang berasal dari perwakilan sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Tarakanita.
Bahkan, tidak hanya dari wilayah Yogyakarta saja, beberapa perwakilan sekolah dari Jawa Tengah, juga turut ambil bagian.
"Total ada 300 siswa, dari tingkat SD kelas 4-6, SMP dan SMA. Ada tujuh sekolah di Yogyakarta, yang mengirimkan wakilnya, termasuk dari SMA Negeri 6, yang kami undang dari luar Yayasan Tarakanita," ucap Kepala SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, Hedwig Wigiastuti.
"Selain itu, ada pula yang berasal dari luar Yogyakarta, yakni lima sekolah dari Magelang, kemudian dua dari Surakarta," imbuhnya.
Hedwig menuturkan, dalam kesempatan tesebut, dihadirkan sejumah narasumber yang memang benar-benar berkompeten di bidangnya.
Satu di antaranya, yakni Dr Gamayanti, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak (PLA) Provinsi DIY.
"Beliau merupakan seorang psikolog di RSUP Dr Sardjito, di klinik tumbuh kembang anak," lanjutnya.
Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Anak (PLA) Provinsi DIY, Dr Sari Murti, yang ikut serta dalam agenda tersebut, mengatakan, bahasan yang menjadi fokus dalam talkshow itu, yakni keprihatinan soal kekearasan terhadap anak, termasuk di area sekolah tentunya.
"Ini menjadi fokus bagi kami. Jangan sampai kekerasan itu, terjadi di sekolah, yang berada di bawah Yayasan Tarakanita, atau pada umumnya. Ya, paling tidak bisa diminimalisir, atau dicegah jangan sampai terjadi," ungkapnya.
Terlebih, lanjut Sari, selepas lulus dari bangku sekolah, siswa-siswi tersebut bakal bergaul dan membaur dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dari berbagai golongan.
Karena itu, menurutnya, generasi muda sangat perlu mendapat bekal dan pengertian tentang budaya kasih, yang nantinya harus diterapkan di dunia luar.
"Mereka disiapkan menjadi agen budaya kasih. Meski dalam kegiatan ini yang ikut hanya perwakilan dari masing-masing sekolah saja, kami berharap, mereka bisa menyebar luaskan kepada rekan-rekannya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sma-stella-duce-1-yogyakarta_20171125_191029.jpg)