Waspada! Ini Beberapa Efek Samping Antibiotik

Antibiotik bukan vitamin dan juga bukan obat penurun panas. Antibiotik hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: oda
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Antibiotik adalah obat untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

Antibiotik bukan vitamin dan juga bukan obat penurun panas.

Antibiotik hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Anti Mikroba (KPRA) Mariyatul Qibtiyah mengatakan tidak semua penyakit butuh antibiotik, hanya penyakit tertentu saja.

Selain itu antibiotik juga dapat menyebabkan resisten.

"Dampaknya kalau sudah resisten bakterinya semakin pinter dan semakin susah dibunuh. Ketika kita sakit terkena bakteri resisten sudah ngga ada obat," jelasnya.

Bakteri resisten yaitu bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik yang pada awalnya efektif untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri tersebut.

"Antibiotik tidak bisa membunuh kuman," imbuhnya.

Efek samping dari antibiotik yang pertama toksisitas atau keracunan yang dapat menyebabkan ganguan ginjal dan gangguan hati.

Kedua interaksi dengan obat lain yang dapat dipengaruhi atau mempengaruhi obat lain.

Ketiga reaksi hipersensitivitas atau sangat peka yang menyebabkan reaksi anafilaksis.

Anafilaksis adalah reaksi alergi berat yang berujung pada kematian jika terlambat ditangani secara medis dapat menimbulkan Steven Johnson Syndrome.

Steven Johnson Syndrome adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi atau infeksi.

Sindrom tersebut mengancam kondisi kulit yang mengakibatkan kematian sel-sel kulit sehingga epidermis mengelupas atau memisahkan diri dari dermis.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved