Seperti Neraka! Potret Mengerikan Penghuni Rumah Sakit Jiwa Tahun 1800-an
Selama berabad-abad, wanita 'histeris' adalah diagnosis medis yang umum, yang khusus diperuntukkan bagi wanita.
Penulis: Hanin Fitria | Editor: oda
Charcot awalnya percaya bahwa histeria adalah kelainan neurologis dimana pasien
yang sistem sarafnya mati lebih awal.
Namun menjelang akhir hayatnya di tahun 1890-an, ia menyimpulkan bahwa histeria adalah penyakit psikologis yang bisa disebabkan oleh trauma.
Charcot berargumentasi dengan keras terhadap prasangka medis yang meluas sehingga histeria jarang ditemukan pada pria.
Dia juga secara kontroversial menggunakan hipnotisme untuk mengamati dan bahkan mengobati pasien yang memiliki penyakit tersebut.
Marie "Blanche" Wittmann, yang dikenal sebagai 'Ratu Histeris' adalah pasien Charcot yang paling terkenal di Salpetriere.
Charcot menghipnotisnya di kuliah mingguannya sehingga dia bisa menunjukkan penyakitnya di muka umum.
Pendiri Psikoanalisis, Sigmund Freud menjadi saksi dari penyakit yang diderita Wittman di ceramah yang digelar oleh Charcot. (Tribun Jogja/Hanin Fitria)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/potret-mengerikan-penghuni-rumah-sakit-jiwa-tahun-1800an-3_20171121_180646.jpg)