Tradisi Potong Jari Suku Dani Asli Indonesia Mencengangkan Dunia
Para wanita dari suku tersebut diharuskan memotong jari mereka untuk menunjukkan sikap berkabung terhadap anggota keluarga yang meninggal.
Penulis: Hanin Fitria | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM - Seorang penjelajah yang menghabiskan waktu seminggu dengan suku pedalaman Indonesia sangat terkejut melihat tradisi yang mengerikan.
Dilansir tribunjogja.com melalui mirror.co.uk saat Markus Roth mengunjungi suku Dani Indonesia terdapat tradisi dimana para wanita dari suku tersebut memotong jari-jarinya dan sang pria memelihara mumi yang berusia ratusan tahun.
Ia juga mendokumentasikan kehidupan masyarakat suku tersebut yang berasal dari Lembah Baliem, Dataran Tinggi Papua Barat, Indonesia.
Markus juga turut mencicipi masaka asli suku tersebut, melihat ketrampilan serta ritual dasar mereka dan juga menyaksikan 'festival babi'.
-
Baca: Mustahil Mudah Memasukinya, Inilah 10 Tempat Dengan Penjagaan Paling Ketat di Muka Bumi
-
Baca: Masya Allah! Lama Tak Terdengar Kabar, Kini Peggy Melati Sukma Mantap Bercadar
-
Baca: Viral Cuitan Warga yang Mendapati Jokowi Ikutan Bermacetan Bersama Warga
Festival babi merupakan perayaan besar dimana suku tersebut membunuh seekor babi dan dengan bangga memamerkannya.
Di samping ini, para wanita dari suku tersebut diharuskan memotong jari mereka untuk menunjukkan sikap berkabung terhadap anggota keluarga yang meninggal.
"Hal yang sangat mengejutkan selain tradisi memotong jari yaitu mumi Kurulu yang telah berusia 370 tahun," ucap Markus yang berasal dari Pulheim, Jerman.
Mumi tersebut merupakan seorang pejuang yang sangat sukses dan ditakuti, kemudian mumi tersebut dipelihara oleh seorang pria dan dipajang di rumahnya.
Kebiasaan adat dari suku Danis akan melestarikan para pejuang yang paling sukses untuk dimumikan.
Mumi prajurit dari suku tersebut dihiasi dengan satu kalung untuk setiap musuh yang telah terbunuh.
Markus sangat tertegun dengan suku Dani yang dapat mempertahankan tradisi kuno mereka ditengah-tengah moderenisasi.
Suku tersebut bertahan hidup dengan cara menanam semua kebutuhan pangan dan berdagang ke desa lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suku-dani_20171118_110027.jpg)