Mengenal Langkau, Tempat Penyimpanan Sesembahan Dayak Mualang

Langkau terbuat dari bambu dan kayu, atapnya dibuat dari anyaman bekas padi, sehingga terlihat seperti rumah kecil.

Penulis: Tantowi Alwi | Editor: oda
tribunjogja/tantowi alwi
Langkau, tempat penyimpanan sesembahan suku Dayak Mualang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Langkau merupakan tempat penyimpanan sesembahan bagi suku Dayak Mualang.

Langkau biasanya digunakan ketika ada ritual penyambutan panen padi.

"Ritualnya biasanya pada bulan Juni-Juli dilakukan oleh suku Dayak Mualang," kata Dorenita Ursula, orang Dayak Mualang.

Langkau digunakan sebagai tempat penyimpanan babi, telur, beras, daun sabang, serta darah dan hati dari babi yang dikurbankan.

Di dalamnya juga terdapat tiga buah pelita (lampu minyak) yang berguna sebagai penerang.

Tinggi Langkau sekitar dua meter dan mempunyai dua tempat yang dibuat bertingkat untuk menaruh sesembahan.

Langkau terbuat dari bambu dan kayu, atapnya dibuat dari anyaman bekas padi, sehingga terlihat seperti rumah kecil.

Langkau juga didesain memiliki lima wadah di bagian depan, wadah-wadah tersebut ditaruh tinggi dan terbuat dari batok kelapa.

"Wadah ini untuk menaruh darah dan hati babi yang dikurbankan," kata Dorenita yang juga seorang mahasiswa ini.

Dorenita mengatakan belum diketahui alasan kenapa wadah ini berjumlah lima buah.

Selain itu di dalam sesembahan, juga terdapat tanduk kerbau yang diikat kain merah.

Tanduk kerbau itu digunakan untuk menjadi tempat minum tuak selama prosesi ritual.

Kain merah yang mengikat juga dipercaya akan membawa kesehatan dan menjauhi segala marabahaya bagi siapa saja yang minum.

Dorenita mengatakan selama ritual penyambutan panen padi ini juga disertai doa-doa adat dan lagu-lagu adat.

Tujuan ritual atau gawai yaitu agar hasil panen dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi suku Dayak Mualang.

Menurut Dorenita, Suku Dayak Mualang saat ini mendiami Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang di Kalimantan Barat. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved