Lapsus
Putra Gunungkidul Ini Jadi Ilmuwan Hebat Bidang Arkeologi
Thomas Sutikna terus terlibat berbagai penelitian arkeologi, yang kemudian membawanya lebih banyak ke wilayah timur Indonesia
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ari Nugroho
Ilmu sejarah begitu kompleks, terkait dengan aneka disiplin ilmu lain.
Tapi hal itu tak mengendorkan semangat Thomas.
Ia menyerap ilmu sangat berharga dari dosennya (alm) Drs Petrus Suwarjadi.
Ilmu Sejarah Kuno yang diajarkan menjadi bekal penting untuk bidang ilmu yang ia tekuni.
Baca: Pemkab Gunungkidul Wacanakan Pembuatan Museum di Sekitar Gua Braholo
Setelah lulus dari UNS pada 1990, keinginan Thomas untuk menekuni sejarah kuno terus berkobar.
Ia berjuang ke Jakarta, dan dikenalkan seorang temannya pada Prof Raden Pandji (RP) Sudjono.
Ini bukan tokoh sembarangan. Sudjono dianggap pionir dunia arkeologi Indonesia.
Foto dan namanya diabadikan di hampir semua lembaga arkeologi di Indonesia.
"Saya nyantrik (belajar) langsung ke Pak RP Sudjono. Beliau orang hebat, dan saya benar-benar belajar banyak dari beliau," aku Thomas Sutikna.
"Dari beliau lah mata saya terbuka, betapa luas dan menantangnya ilmu pengetahuan tentang arkeologi di Indonesia," lanjut Fellow Research di Universitas Wollongong, Australia ini.
"Meskipun orangnya keras dan tertib disiplin, beliau konsekuen dengan yang dibimbingnya. Sekali lagi dari beliau, saya bisa paham problem-problem arkeologi di Indonesia," ujar suami LR Retno Susanti ini.
Menjadi asisten Prof RP Sudjono, pria kelahiran 16 November 1963 ini memiliki kesempatan diajak berkelana dari satu situs purbakala ke situs lain.
Baca: Pentingnya Ekskavasi Gua Braholo
Dari event akademis satu ke forum tentang arkeologi lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/thomas-sutikna-phd_20171113_200213.jpg)