Kisah Wajah Wanita Digerogoti Penyakit Langka, Rahang Atasnya Habis

Penyakit langka yang disebut sebagai flesh-eating disease atau penyakit yang memakan daging ini menjangkiti wajah seorang wanita.

Penulis: Hanin Fitria | Editor: Iwan Al Khasni
mirror.co.uk
Wanita Digerogoti Penyakit Langka 

TRIBUNJOGJA.COM – Penyakit langka yang disebut sebagai flesh-eating disease atau penyakit yang memakan daging ini menjangkiti wajah seorang wanita.

Penyakit ini dalam istilah kedokteran disebut Necrotizing Fasciitis (NF). Tentu saja ini merupakan penyakit yang langka.

Penyakit tersebut menyebabkan kematian pada jaringan lunak tubuh. Penyakit ini dapat mudah menyebar pada tubuh.

Gejala awal pada penyakit ini meliputi kulit memerah atau ungu pada aera yang sakit, demam dan muntah-muntah.

Daerah yang paling banyak dijangkiti penyakit ini adalah area badan dan perineum.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Klebsiella, Clostridium, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Aeromonas hydrophila dan lainnya.

Dilansir tribunjogja.com melalui situs miscopy.com wanita yang berasal dari Inggris yang tak disebutkan namanya itu terlihat terbaring lemah di sebuah ranjang tidur.

Ketika diperlihatkan wajahnya tampak berongga hingga ke dalam tengkoraknya.

Wajahnya habis digerogoti oleh penyakit langka tersebut. Namun, wanita tersebut masih dapat mengucapkan kata-kata.

Dalam video tersebut rahang bawah wanita itu tampak masih utuh dengan gigi yang berjejer rapi.

Namun, rahang atas sudah habis digerogoti bakteri yang ganas itu.

Satu-satunya jalan yang dapat ditempuh untuk mengobati penyakit tersebut yaitu dilakukan operasi pengangkatan jaringan tisu yang terinfeksi.

Tentunya wanita tersebut akan selamanya kehilangan wajahnya. Namun, operasi plastik dapat dilakukan untuk merekonstruksi ulang wajahnya.

Wanita berusia 41 tahun tersebut menjadi orang pertama di Inggris yang menjalani operasi spesialis setelah tertular penyakit langkanya, yang juga sepertinya mengubah kulitnya manjadi hijau.

Setelah menjalani prosedur pembersihan bakteri, ia menjalani empat operasi besart untuk menghentikan infeksi bakteri ganas itu.

Kejadian tersebut mengingatkan untuk menjaga kebersihan dan kebiasaan-kebiasaan buruk untuk terhindar dari penyakit tersebut. (Tribun Jogja/Hanin Fitria)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved