Pemkot Yogyakarta Migrasikan Jamkesda ke BPJS, Ini Tujuannya

Hal tersebut tertuang dalam kesepakatan bersama mengenai Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC).

Pemkot Yogyakarta Migrasikan Jamkesda ke BPJS, Ini Tujuannya
IST
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi (tengah) usai menandatangani kerjasama dengan BPJS Kesehatan terkait optimalisasi program Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC)di Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPJS Kesehatan bersama Pemkot Yogyakarta menargetkan pada 2019 seluruh warga Kota Yogyakarta menjadi peserta BPJS dan terintegrasi dengan Jamkesda Kota Yogyakarta.

Hal tersebut tertuang dalam kesepakatan bersama mengenai Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC).

Kesepakatan merupakan bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepesertaan JKN bagi warga Kota Yogyakarta. Sudah waktunya jaminan kesehatan daerah bermigrasi ke BPJS.

"Kita sekarang ini mulai proses memindahkan semua apa yang menjadi jaminan kesehatan daerah untuk berpindah ke BPJS," ujar Heroe, Senin (30/10/2017).

Hingga Oktober 2017, jumlah peserta JKN-KIS di Kota Yogyakarta sudah mencapai 390.417 jiwa atau 95,16 persen dari total penduduk Kota Yogyakarta.

Pemkot berkomitmen hingga tahun ini mencapai 96 persen kepesertaan BPJS dan tahun 2019 mencapai 100 persen.

"Jamkesda kan sudah memberikan keseluruhan, kedepannya memperoleh pelayanan dan jaminan yang sama, terutama dengan BPJS," ungkap Heroe.

Ia menjelaskan, penandatangan kesepakan merupakan langkah dalam menjamin pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Melalui jaminan kesehatan, menjadikan warga merasa aman, dan tidak lagi berpikir ketika terjadi apa-apa dengan kesehatan, tidak pusing memikirkan biara.

"Jadi nanti masyarakat itu tidak mikir lagi biaya rumah sakit kalau sedang sakit atau ada apa-apa," tuturnya.

Lebih lanjut, Heroe berharap nantinya, melalui UHC, layanan JKN-KIS tidak hanya terfokus dalam pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif saja, namun juga layanan yang bersifat promotif dan preventif.

Dari sisi pelayaan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta sudah bekerja sama dengan 188 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, 34 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan, 22 Apotek, dan 12 Optik di seluruh wilayah kerja BPJS KC Yogyakarta.

Di Kota Yogyakarta sendiri terdapat 56 Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama, dan 14 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: gil
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved