Usaha Kerajinan Kayu Lukis di Sleman Ini Raup Omzet Rp 20 Juta per Bulan

Meski karyanya unik dan otentik, ia mengaku kerajinan kayu seperti ini memiliki kekurangan terutama dalam hal kecepatan produksi.

Penulis: trs | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Panji Purnandaru
Proses pembuatan kerajinan kayu di Gangsar Barokah Art and Craft di Ngipiksari, Kaliurang Selatan, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Asam garam menjadi pengusaha kerajinan kayu lukis telah dirasakan Ahmad Barokah.

Pemilik Gangsar Barokah Art and Craft di Ngipiksari, Kaliurang Selatan, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman ini telah memulai usaha kerajinan kayu lukis sejak 2002 lalu.

Berbagai produk kerajinan seperti boneka kayu, tempat pensil, tempat perhiasan, dan tusuk gigi diproduksi Ahmad dengan mengandalkan sembilan karyawannya.

"Paling banyak boneka kayu. Kita menangkap peluang itu ada yang dilukis pakaian tradisional ada pula yang tema bola," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (6/10/2017).

Dalam satu bulan, sebanyak 600 boneka diproduksi oleh Ahmad.

Baca: Usaha Mebel dan Kerajinan di Sleman Terkendala Ketersediaan Alat Produksi

Bahan baku yang dipilih pun merupakan kayu yang berkualitas dan mudah diolah yaitu kayu mahoni, kayu wadang, dan kayu jati.

Satu bonekanya rata-rata dijual Rp30 ribu sampai Rp50 ribu.

Boneka karya warga lereng Merapi dengan ratusan desain ini pun telah melanglang buana ke berbagai kota besar di Indonesia diantaranya Jakarta dan Bali.

Meski karyanya unik dan otentik, ia mengaku kerajinan kayu seperti ini memiliki kekurangan terutama dalam hal kecepatan produksi.

Karena murni menggunakan tenaga manusia, jika pesanan sedang banyak maka Ahmad akan menambah jumlah karyawannya.

"Keterampilan tangan punya kekuatan tapi punya kelemahan yaitu lambat," ujar bapak dengan dua putra ini.

"Memang ada alternatif lain seperti dari fiber dan plastik. Tapi kita menonjolkan kayu dan keunikan motif," tegasnya.

Persaingan pasar memang menjadi tantangan, tetapi bagi Ahmad tantangan yang sesungguhnya adalah konsistensi ditengah gejolak perekonomian.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved