Lahan Sempit, Warga Minta Bantuan Pemerintah untuk Pelestarian Pertanian
Masyarakat RW 12 Kampung Rejowinangun, Kotagede secara mandiri melakukan penanaman di lahan-lahan sempit.
Penulis: gil | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lahan untuk pertanian di Kota Yogyakarta semakin berkurang.
Warga secara swadaya melakukan penanaman di lahan seadanya untuk mewujudkan Kampung Agro Wisata.
Di RW 12 Kampung Rejowinangun, Kotagede, masyarakatnya secara mandiri melakukan penanaman di lahan-lahan sempit.
Tak hanya di pot-pot besar, warga juga membuat pot-pot gantung atau menanam secara vertikal.
Ketua RW 12 Rejowinangun Agus Budi Santoso mengatakan, kelompok masyarakat tani berharap kampungnya menjadi kampung agro.
Tak hanya unggul dalam bercocok tanam di lahan sempit, tapi bisa menjadi tujuan wisata selain ke kampung wisata Rejowinangun yang telah ada sebelumnya di RW 1-5.
"Ke depannya kami ingin ada ploting-plotting tertentu untuk buah atau sayuran sehingga pengunjung bisa lebih fokus saat mengunjungi kampung kami," ujar Agus pada Selasa (3/10/2017).
Kampung agro Rejowinangun telah mengembangkan berbagai sayuran, di antaranya seledri, sawi, kembang kol, hingga beberapa buah segar.
Namun Agus menyebut, idelanya setiap dua minggu sekali bisa panen dan menanam kembali namun belum bisa terwujud karena berbagai hal.
"Kami harap ada perhatian khusus dari pemerintah agar terwujud kampung agro ini juga menjadi tujuan wisata, yakni bantuan pengembangan pembibitan atau penanaman misalnya," tutur Agus. (*)