Lipsus Gagal Ginjal

Divonis Gagal Ginjal, Sang Calon Dokter Asal Bantul Ini Tetap Semangat Jalani Hidup

Ari Krisnawati (41), seorang penderita gagal ginjal di Yogyakarta telah berjuang melawan penyakit ini selama hampir 22 tahun.

Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali
Seorang penyandang gagal ginjal di Yogyakarta menjalani proses cuci darah 

TRIBUNJOGJA.COM - Hidup dengan gagal ginjal bukan menjadi penghalang bagi penyandangnya untuk tetap berbuat baik bagi sesama.

Meski tergantung dengan mesin canggih untuk hemodialisa atau cuci darah seumur hidup, para penyandang gagal ginjal ini membentuk komunitas dan berusaha menebar mimpi dan inspirasi selama mereka hidup.

Di Yogyakarta, para penyandang gagal ginjal ini memiliki komunitas yang berawal dari media sosial facebook dengan nama Hidup Ginjal Muda (HGM) dan juga Ginjal Kita.

Grup tersebut menjadi ajang saling tanya jawab dan juga ajang untuk memotivasi diri, sehingga sejenak mereka bisa melupakan jika mereka melawan penyakit serius dan mematikan.

Ari Krisnawati (41), seorang penyandang gagal ginjal di Yogyakarta telah berjuang melawan gagal ginjal ini selama hampir 22 tahun.

Warga Karanggayam, Bantul ini sudah terbiasa dengan rasa sakit saat proses cuci darah.

Orang biasa pun akan ngilu melihat darah mengalir dari tubuh dan diputar dalam mesin pencuci darah dan disaring dalam alat yang menggantikan fungsi ginjal. 

Bagaimana kisah selengkapnya? Baca sajian liputan khusus ini di koran Tribun Jogja, edisi Selasa (26/9/2017) di halaman 1. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved