Kejari Kota Yogyakarta Masih Dalami Kasus Raperda Mentel

Sejumlah nama bakal dipanggil untuk dimintai keterangannya lebih lanjut.

Kejari Kota Yogyakarta Masih Dalami Kasus Raperda Mentel
tribunjogja/m resya firmansyah
ILUSTRASI: Menara komunikasi tak berizin berdiri di depan kantor DPRD Kota Yogyakarta, Jumat (2/9/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Yogyakarta terus mendalami kasus dugaan korupsi Menara Telekomunikasi (Mentel) dengan memperpanjang proses Pulbaket (Pengumpulan bahan data dan keterangan).

Sejumlah nama bakal dipanggil untuk dimintai keterangannya lebih lanjut.

"Proses Pulbaket kita perpanjang 40 hari ke depan karena kami menemukan data dan keterangan yang perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak terkait," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Yogyakarta Evan Satrya pada Jumat (22/9/2017).

Menurutnya, beberapa pihak yang akan dipanggil masih berasal dari lingkungan DPRD dan Pemkot Yogyakarta.

Keterangan mereka nantinya akan dicocokkan dengan data dan keterangan yang sebelumnya telah dikantongi tim jaksa hasil pemeriksaan sejumlah orang dari DPRD Yogya yang lebih dulu diperiksa pada bulan Agustus lalu.

Evan menyebut, dalam proses pulbaket selama 20 hari terakhir ini tim jaksa memang menemui sejumlah kendala.

Baca: 18 Menara Telekomunikasi Ilegal

Namun, hal tersebut dinilai tak menghambat jalannya proses hukum.

"Prosesnya masih bergulir, sejumlah nama akan kami mintai keterangan. Nanti tim akan menyimpulkan apakah kasus ini memenuhi unsur tindak pidana korupsi atau tidak," jelasnya.

Sebelumnya, akhir Agustus lalu tujuh orang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pada proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penataan Menara Telekomunikasi Kota Yogyakarta.

Ketujuh orang itu adalah Ketua DPRD Kota Yogya Sujanarko, Plt Sekretaris Dewan Prima Hastawan, Kabag Perundangan Sekretariat DPRD Yogya Nanang, empat orang mantan anggota Panitia Khusus Raperda Menara Telekomunikasi, yakni Nasrul Khoiri dari Fraksi PKS, Antonius Suhartono dan Febri Agung Herlambang dari PDIP, serta Novi Alissa Smenedawai dari Partai Gerindra.

Satu anggota dewan yang juga dipanggil namun berhalangan hadir karena sedang dirawat di RS Panti Rapih yaitu Christina Agustiani dari Fraksi Gerindra. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: gil
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved