Angka Kecelakaan Lalu Lintas di DIY Tahun 2017 Menurun

Pada semester pertama tahun 2017 terdapat 1.775 kecelakaan yang mengakibatkan 220 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat dan 2301 luka ringan.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepolisian terus menggencarkan disiplin dan kesalamatan berlalulintas ke masyarakat untuk menekan angka kecelakaan di HUT Lalu Lintas ke 62 tahun ini.

Pencapaian yang telah dirasakan tahun ini adalah menurunnya angka korban meninggal karena kecelakaan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol Latief Usman mengatakan, dari data yang ia miliki, tahun 2016 kemarin rata-rata ada 2 1/4 orang meninggal setiap harinya.

Tahun ini angka tersebut turun dan kini dalam rata-rata terdapat 1,5 orang meninggal setiap harinya karena kecelakaan.

"Kami sedang berproses menuju menghilangkan fatalitas dan jumlah kecelakaan. Kami akan tekan sedemikian rupa," ujarnya Kamis, (21/9).

Lebih detil, berdasarkan data yang dimiliki jumlah angka kecelakaan pada semester pertama tahun 2017 terdapat 1.775 kecelakaan yang mengakibatkan 220 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat dan 2301 luka ringan.

Angka kecelakaan paling banyak berada di wilayah Kabupaten Sleman sebanyak 627 kasus dan di urutan kedua yakni Kabupaten Bantul dengan 548 kasus.

Sedangkan dalam satu tahun penuh di 2016 terdapat 3.777 angka kecelakaan dengan korban meninggal 463 orang, 21 luka berat, dan 4.903 luka ringan.

Di tahun kemarin, jumlah kecelakaan paling banyak berada di Kabupaten Bantul di mana terdapat 1.157 kasus kecelakaan, dan di Sleman sendiri terdapat 1.018 kecelakaan.

"Angka kecelakaan di Sleman tinggi karena di sana mempunyai jalur yang panjang dan luas. Di kota Yogyakarta sebenarnya juga tinggi karena kepadatannya. Sedangkan di Gunungkidul meskipun angka kecelakaan sedikit, tapi fatalitas di sana cukup tinggi karena keadaan geografisnya yang banyak turunan dan tikungan," ulasnya.

Bila dikategorikan, rata-rata korban dan pelaku kecelakaan didominasi oleh kendaraan roda dua.

Bila dikategorikan menurut profesi, maka mereka yang paling banyak terlibat kecelakaan adalah karyawan, disusul pelajar dan mahasiswa.

"Untuk mengatasi permasalahan lalu lalu lintas tidak hanya dibebankan kepada polisi saja, tapi juga harus didukung oleh infrastruktur dan sarana jalan. Tapi kami akan terus berupaya untuk terus membina dan membangun karakter dan kesadaran masyarakat untuk tertib dan mengutamakan keselamatan," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved