Ketua DPRD Kota Magelang Meninggal Sepulang Adeksi di Surabaya

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Endi sempat mengalami masa kritis selama tiga hari.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: oda
tribunjogja/azka ramadhan
Suasana rumah duka, di Jalan Diponegoro, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang yang tampak dipadati para pelayat, Selasa (18/7). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kabar duka datang dari lembaga legislatif Kota Magelang, setelah ketua DPRD HY Endi Darmawan dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Udara Hardjo Lukito, Yogyakarta, pada Senin (17/7/2017) malam, pada kisaran pukul 21.15 WIB.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Endi sempat mengalami masa kritis selama tiga hari.

Isak tangis keluarga, kerabat dan koleganya di DPRD terlihat saat jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Diponegoro, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Selasa (18/7/17).

Ratusan karangan bunga dari berbagai pengirim pun tampak berjajar rapi, di sekitar trotoar dan lingkungan hunian yang merupakan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang itu.

Kepergian Endi, yang selama ini dikenal sebagai sosok periang dan gemar olahraga, memang tergolong sangat mendadak.

Pasalnya, selama ini dirinya tidak pernah mengeluh perihal penyakit jantung, paru-paru dan diabetes yang dideritanya.

Sebelum memasuki masa kritis, Endi sempat mengikuti pertemuan Adeksi di Surabaya, yang diadakan selama empat hari sejak Rabu (12/7/2017) lalu. Setelah itu, ia kembali ke Kota Magelang, melalui Bandara Adisucipto, Yogyakarta.

"Beliau turun di Bandara, Sabtu (12/7/17) dan sebelumnya sudah mengeluh sakit. Kemudian Dian Mega (wakilnya) yang ikut serta Adeksi, meminta dikirim Ambulan dari Kota Magelang, untuk menjemput beliau agar segera dilakukan perawatan medis," ujar kerabat almarhum, yang juga anggota DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno.

Pria yang sehari-hari akrab disapa Udik itu mengisahkan, kondisi almarhum saat tiba di Bandara sudah teramat lemah, sehingga tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan jauh ke Kota Magelang.

Oleh sebab itu, Endi akhirnya dilarikan menuju rumah sakit terdekat, yakni RSAU Hardjo Lukito, untuk segera mendapat penanganan medis.

"Saat masuk ICU, denyut nadi almarhum sempat tidak berdetak, harus menggunakan alat kejut untuk memacunya, sehingga mampu berdetak lagi. Setelah itu, tidak ada masalah, lalu Senin malam saya dikabari kalau beliau sudah meninggal dunia," kisahnya.

Udik yang merupakan rekan perjuangan almarhum di PDI Perjuangan, mengaku sangat kehilangan. Ia mengatakan, kalau Endi sudah bergabung dengan partai berlambang banteng tersebut, sejak awal berdiri.

Menurutnya, karir politik almarhum mulai melejit sejak resmi menjabat Ketua PAC Magelang Utara periode 2005-2010 dan berlanjut menjadi Ketua DPC, pada tahun 2010-2015.

"Kemudian, beliau mengikuti pemilihan legislatif tahun 2014 dan akhirnya menjadi ketua dewan periode 2014-2019. Terus terang, beliau ini kader yang bagus. Dalam megambil keputusan, baik itu di partai ketika beliau masih menjabat sebagai Ketua DPC, sampai jadi Ketua DPRD, selalu meminta pendapat orang lain. Bahkan, dari fraksi lain, semuanya diakomodir," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved