Masuk Pertama, Proses Belajar Mengajar Sekolah Ini Tidak Dilakukan di Tempat Biasanya
Puluhan siswa siswi tersebut melangsungkan proses belajar mengajarnya di Ndalem Notoprajan, Yogyakarta.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan siswa siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bhineka Tunggal Ika terpaksa menikmati hari pertama masuk sekolah tidak seperti biasanya. Senin (17/7/2017) pagi.
Puluhan siswa siswi tersebut melangsungkan proses belajar mengajarnya di Ndalem Notoprajan, Yogyakarta.
Nampak beberapa murid antusias mengikuti proses belajar mengajar walaupun tanpa meja dan kursi seperti di sekolah.
Theresia Nariza (36), Kepala Sekolah SMP Bhineka Tunggal Ika Yogyakarta mengatakan, pemindahan proses belajar mengajar anak didiknya ke Ndalem Notoprajan dikarenakan konflik internal antara pihaknya dengan pihak yayasan.
Baca: Siswa Dan Guru Bhineka Tunggal Ika Berharap Suasana Belajar Mengajar Kembali Kondusif
Proses belajar mengajar yang dilakukan hari ini akan berlangsung sampai siang.
"Pemindahan ini berawal dari konflik internal sekolah dan yayasan, selain itu terjadi maladministrasi yang dilakukan yayasan seperti, tumpang tindih jabatan dan pemecatan beberapa guru. Kegiatan belajar mengajar nanti sampai jam 1 siang," katanya.
Lanjutnya, jumlah murid yang belajar di Ndalem Notoprajan mencapai puluhan, mencakup SD dan SMP.
Ia melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan pengaduan ke berbagai pihak mengenai kasus yang mengakibatkan anak didiknya harus mengungsi untuk proses belajar mengajar.
"Sekitar 40 orang murid yang disini itu sudah dari SD dan SMP. Mengenai permasalahan ini, sebelumnya kami sudah mengadu kemana-mana seperti, ombdusman, polsek, sampai walikota. Kami harap dapat menemui titik terang," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/siswa-siswi-sd-dan-smp-bhineka-tunggal-ika_20170717_112623.jpg)