TribunJogja/

Siswa Dan Guru Bhineka Tunggal Ika Berharap Suasana Belajar Mengajar Kembali Kondusif

Dia pun kaget saat harus berpindah tempat di Ndalem Notoprajan untuk belajar. Padahal, sebelum-sebelumnya tidak pernah ada persoalan di sekolahnya.

Siswa Dan Guru Bhineka Tunggal Ika Berharap Suasana Belajar Mengajar Kembali Kondusif
tribunjogja/pradito rida pertana
Siswa siswi SD dan SMP Bhineka Tunggal Ika melakukan proses belajar mengajar di Ndalem Notoprajan, Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah siswa dan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bhineka Tunggal Ika Nasional Plus berharap segera ada penyelesaian terkait konflik internal di yayasannya.

Pasalnya, jika konflik tersebut tidak diselesaikan maka kegiatan belajar dan mengajar akan terganggu.

"Kami tidak tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi di sekolah. Tapi, kami berharap bisa segera kembali ke sekolah lagi," kata Constanthya Yacantika Wanasa (14), siswa kelas 9 SMP Bhineka Tunggal Ika kepada Tribun Jogja.com, Senin (17/7/2017).

Baca: Masuk Pertama, Proses Belajar Mengajar Sekolah Ini Tidak Dilakukan di Tempat Biasanya

Yacantika adalah satu diantara sejumlah siswa yang belajar lama di sekolah tersebut.

Dia pun kaget saat harus berpindah tempat di Ndalem Notoprajan untuk belajar. Padahal, sebelum-sebelumnya tidak pernah ada persoalan di sekolahnya.

"Dulu ga ada masalah seperti ini. Mudah-mudahan bisa segera ke sekolah," katanya.

Cicilia Resa, salah satu guru di SD dan SMP Bhineka Tunggal Ika mengatakan, dia mengaku tidak tahu menahu persoalan di sekolahnya.

Hanya saja, dia memang mendapat banyak cerita terkait dengan guru yang dipecat dan tidak digaji selama empat bulan.

"Saya memang baru saja masuk. Tapi, saya harap ke depannya lebih kondusif," paparnya. (*)

Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help