Ring Road Jadi Tempat Sampah

Beberapa titik di Ring Road Selatan seperti di depan UMY terpantau juga menjadi tempat pembuangan sampah liar.

Penulis: dnh | Editor: oda
tribunjogja/dwi nourma handito
Pengendara melintas di samping tumpukan sampah yang ada di Ring Road Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (10/6/2017). Masalah sampah menjadi tantangan tersendiri dari Pemkab Bantul yang menargetkan sukses piala Adipura dan bersih sampah pada tahun 2019 mendatang. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sampah terlihat menumpuk di sisi timur Ring Road Selatan tepatnya di tikungan sebelum perempatan Kasihan, Bantul, Sabtu (10/6/2017).

Tumpukan itu banyak didominasi oleh sampah yang diwadahi dalam plastik beraneka warna yang diikat.

Pengamatan Tribun Jogja banyak sampah yang sudah lama, namun ada pula yang terlihat masih baru.

Dalam kurun waktu yang cukup lama Tribun Jogja mengamati daerah tersebut, terlihat spot itu cukup menjadi "idola" sebagai tempat membuang sampah.

Sampah berserakan dimana-mana dan dalam area yang cukup luas.

Adapun spot tersebut berada di depan sebuah pekarangan kosong dan diantara dua gedung perusahaan otomotif. Terdapat papan peringatan untuk tidak buang sampah di sana, namun sampah masih terus terlihat.

Selain di titik itu, beberapa titik di Ring Road Selatan seperti di depan UMY terpantau juga menjadi tempat pembuangan sampah liar, utamanya di lahan yang masih kosong meski tidak besar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Masharun Ghozali ketika dikonfirmasi sebenarnya sudah mengetahui tentang titik liar di Ring Road selatan tersebut.

Masharun mengatakan sebenarnya pihaknya sudah melakukan banyak hal untuk mendukung Bantul bersih, terlebih dicanangkan meraih Adipura dan juga target Bantul bersih sampah pada 2019 mendatang.

Dengan masih adanya sampah yang dibuang sembarangan menurutnya menjadi PR bagi pihaknya.

"Sehingga masih ada yang begitu lha ini PR kita, menyadarkan orang itu tidak segampang kalau kita menginstruksikan," katanya kepada Tribun Jogja, Sabtu (10/6/2017) kemarin.

Menurutnya, adanya TPS liar tersebut menandakan bahwa kesadaran beberapa masyarakat terhadap kebersihan masih rendah. Masharun pun berharap semua masyarakat dan tokoh atau sosok pemimpin bisa memberikan contoh yang baik.

"Barangkali yang menetap sudah pada sadar tetapi yang tidak, ternyata orang lain yang mungkin di wilayahnya biar bersih tapi kotorannya dibuang di tempat orang lain. Itu kesadaran terhadap kebersihan masih rendah," katanya.

Menurutnya tempat lain yang menjadi sasaran tempat pembuangan sampah bukan hanya jalan, namun juga sungai juga menjadi sasaran. Sekalipun sudah diberi papan peringatan, sungai tidak luput jadi tempat pembuangan sampah.

"Tidak hanya disitu dari teman teman pencinta sungai juga pada cerita ke kita ternyata dilemparkan ke sungai juga. Bahkan sik rodo nganyelke lagi di situ sudah ditulisi jangan membuang sampah sembarang tapi malah justru dilemparkan," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved