Remaja Sekarang Pun Piawai Belajar Menulis Seni Kaligrafi Berumur Ribuan Tahun

Seni menulis kaligrafi tiongkok juga tumbuh pesat lantaran tulisan yang dibuat mengandung makna filosofis yang mendalam

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar
IST
workshop Chinesse Calligraphy yang digelar oleh True Mandarin pada Sabtu (20/5/2017) kemarin 

TRIBUNJOGJA.com, YOGYA - Pada tahun 101 masehi silam, Tsai Lun seorang warga Tiongkok berhasil menemukan kertas yang terbuat dari bahan bambu. Ini sekaligus menjadi tonggak sejarah berkembangnya budaya menulis di senatero negeri. Lantaran sebelumnya, seni menulis baru diaplikasikan pada bidang lain semisal tulang, batu, maupun media lainnya selain kertas.

Penemuan ini akhirnya menyebar ke berbagai negeri di sekitarnya semisal Jepang dan Korea. Ini pun mendorong seni menulis artistik semisal penulisan Kaligrafi Tiongkok dengan media kuas dan kertas.

Seni menulis kaligrafi tiongkok juga tumbuh pesat lantaran tulisan yang dibuat mengandung makna filosofis yang mendalam. Bahkan juga memuat doa dan cerita-cerita yang berkembang di masyarakat.

Dikutip dari Tionghoa.info, kaligrafi orang Tiongkok dianggap sebagai seni kata, suatu bentuk tarian garis, musik tanpa suara dan gambar tanpa warna, maka kaligrafi juga disebut tarian tinta.

Memang tidak mudah membuatnya, hanya mereka yang tekun belajar saja yang mampu menguasai penulisan kaligrafi Tiongkok yang indah.

Namun hal ini tentu saja bukan hal yang mustahil untuk dikuasai. Buktinya, sejumlah remaja yang mengikuti kegiatan workshop Chinesse Calligraphy yang digelar oleh True Mandarin pada Sabtu (20/5/2017) kemarin ini pun ternyata bisa menerima pelajaran dengan baik hingga mampu melukis seni kaligrafi tiongkok ini.

Penasaran bagaimana hasilnya? Simak melalui foto-foto berikut ini ;

Salah satu gaya penulisan Kaligrafi Tiongkok yakni Gaya Zhuanshu, ditandai dengan bentuk huruf panjang, bundar dan menunjukkan keindahan guratan melengkung.
Salah satu gaya penulisan Kaligrafi Tiongkok yakni Gaya Zhuanshu, ditandai dengan bentuk huruf panjang, bundar dan menunjukkan keindahan guratan melengkung. (IST)
Gaya lainnya yakni Gaya Xingshu yang merupakan gaya paling umum dalam kaligrafi. Ini perpaduan antara Kaishu dan Caoshu. Tulisan Wang Xizhi dari dinasti Jin Timur dianggap sebagai wakil tipikal karya Xingshu.
Gaya lainnya yakni Gaya Xingshu yang merupakan gaya paling umum dalam kaligrafi. Ini perpaduan antara Kaishu dan Caoshu. Tulisan Wang Xizhi dari dinasti Jin Timur dianggap sebagai wakil tipikal karya Xingshu. (IST)
Suasana workshop penulisan Kaligrafi Tiongkok yang digelar oleh True Mandarin pada Sabtu (20/5)
Suasana workshop penulisan Kaligrafi Tiongkok yang digelar oleh True Mandarin pada Sabtu (20/5) (IST)
Kuas dan kertas merupakan alat -alat yang digunakan dalam penulisan Kaligrafi Tiongkok
Kuas dan kertas merupakan alat -alat yang digunakan dalam penulisan Kaligrafi Tiongkok (IST)
Kaligrafi Tiongkok memiliki makna filosofis yang mendalam bahkan kerap kali digunakan sebagai media untuk menuliskan doa-doa
Kaligrafi Tiongkok memiliki makna filosofis yang mendalam bahkan kerap kali digunakan sebagai media untuk menuliskan doa-doa (IST)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved