Penampilan dari Paper Moon Puppet di ICD 2017

Penonton begitu antusias melihat tiga orang dari Paper Moon Puppet menggerakan sebuah boneka yang menyerupai kakek tua.

Editor: oda
tribunjogja/pradito rida pertana
Penampilan dari Paper Moon Puppet di ICD 2017 yang bertempat di panggung utama Plaza Pasar Ngasem, Sabtu (13/5/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Paper Moon Puppet menampilkan theater bonekanya yang begitu terkenal di acara Indonesia Community Day 2017 bertempat di Plaza Pasar Ngasem, Yogyakarta, Sabtu (13/5/2017).

Penonton begitu antusias melihat tiga orang dari Paper Moon Puppet menggerakan sebuah boneka yang menyerupai kakek tua. Teater diiringi lagu jawa yang membuat nuansa semakin terasa.

Anggota Paper Moon Puppet yang hadir dan memberi workshop berjumlah tiga orang dari lima orang yang seharusnya datang. Tiga orang tersebut yaitu Beni Sanjaya, Anton Fajri, dan Pambo Priyojati.

Beni Sanjaya, anggota Paper Moon Puppet mengatakan, Paper Moon Puppet adalah pagelaran teater boneka kontemporer yang didirikan oleh Maria Tri Sulisyani pada tahun 2006.

"Tidak hanya bersifat kontemporer, kita juga melakukan eksperimen dengan bentuk 3d dan diiringi video," katanya.

Lanjutnya, kelima anggota Paper Moon Puppet dapat menggambarkan banyak karakter, kali ini pihaknya membawa bonekanya yang bernama Kunta.

"Dinamai Kunta karena dulu pas ada pertunjukan di Thailand dan menamainya dalam bahasa Thailand yang berarti kakek. Paper Moon Puppet sendiri adalah seni yang menghidupkan benda mati," ucapnya.

Anton Fajri, pemain dalam pertunjukan boneka kali ini mengatakan, pertunjukan tadi menceritakan tentang bagaimana melakukan proses pertunjukan, dari koran, dibentuk, dan digerakkan untuk menghidupkan sang boneka.

"Nanti mau share metode latihan dan tips menghidupkan objek atau barang mati, kuncinya membuat boneka itu hidup," jelasnya.

Beni melanjutkan, selain melakukan pertunjukan di luar negeri, Paper Moon Puppetbbeberapa kali pernah tampil di beberapa negara.

"Terjauh kita pernah ke Amerika dan beberapa negara Eropa seperti, Belanda, Inggris, Jerman, dan Italia, untuk negara Asia yaitu, Jepang, Thailand, Myanmar, dan Singapura, serta pernah di Australia," ujarnya.

Lanjut Beni, selain pertunjukan boneka Paper Moon Puppet kerap mengikuti pameran dan workshop ke sekolah-sekolah.

"Kami juga menginisiasi festival pesta boneka yang merupakan satu-satunyanya di Indonesia, 2 tahun sekali diadakan dan diikuti dari berbagai negara," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved