Pengobatan DSA Bisa Dilakukan di RSUP Dr Sardjito
Radiologi intervensi sendiri adalah tindakan radiologi yang dibantu dengan X-Ray dengan CT Scan, C-Arm X-Ray untuk mengobati satu di antaranya tumor.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Digital Substraction Angiography (DSA) merupakan pengobatan yang menggunakan radiologi intervensi.
Radiologi intervensi sendiri adalah tindakan radiologi yang dibantu dengan X-Ray dengan CT Scan, C-Arm X-Ray untuk mengobati satu di antaranya tumor.
Baca: Demi Pengobatan Anaknya Kena Tumor, Pria Asal Papua Ini Cari Kerja dan Merawat Anaknya di Yogyakarta
Hal tersebut yang disampaikan Ketua Panitia Pertemuan Ilmiah Tahunan XII Persatuan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI), Bagaswoto, saat memberikan penjelasan di Royal Ambarrukmo, Jumat (5/5/2017) lalu.
"Teknologi radiologi intervensi yang maju bisa melakukan pengobatan dengan minimal invasive. Terapi langsung pada tumornya. Jaringan sehat sekitarnya diharapkan tidak kena karena makin terarah ke sel target yang diharapkan," ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa DSA tidak hanya untuk pengobatan tumor, melainkan untuk pengobatan di seluruh tubuh. Mulai dari stroke, hampir semua kanker, kelainan pembuluh darah karena diabetes melitus.
"DSA sudah bisa dilakukan di RSUP Dr Sardjito sejak 2010. Pasiennya baru 25 orang. Itu karena di samping SDM-nya yang terbatas, waktunya juga hanya Jumat. Bergantian dengan pasien jantung dewasa maupun anak," tambahnya.
Kondisi tersebut memang berbeda dengan yang terjadi di Spesialis Radiologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Terawan. Pria yang menjabat sebagai Ketua PSDRI tersebut sudah memiliki ribuan pasian.
Dia juga merupakan dokter yang dikenal dengan temuannya yakni Digital Substraction Angiografi Modified Terawan, yang sudah dipatenkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penyanyi-opera_1308_20150813_122806.jpg)