Armada Tempur Amerika Serikat Bergerak Menuju Semenanjung Korea, Ini yang Sebenarnya Terjadi
Presiden Donald Trump sudah mengatakan AS siap bertindak sendiri untuk menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.
Kedua pemimpin membahas bagaimana mengendalikan program nuklir dan rudal Korea Utara, seiring upaya AS meningkatkan tekanan pada Cina, sekutu dekat Pyongyang, agar membantu mengurangi ketegangan.
Cina sejauh ini selalu enggan untuk mengisolasi tetangganya itu, cemas bahwa keruntuhan rezim Kim Jong-un bisa menelurkan suatu krisis pengungsi dan membawa militer AS ke depan pintu negeri Tirai Bambu itu.
Presiden Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa Washington siap untuk bertindak sendiri tanpa kerjasama Beijing: "Jika Cina tidak mau memecahkan masalah Korea Utara, kami akan melakukannya," katanya.
Departemen Keuangan AS baru-baru ini menjatuhkan sanksi terhadap 11 perwakilan bisnis dan sebuah perusahaan Korea Utara, sementara politisi AS bulat mendukung RUU yang menempatkan kembali Korea Utara sebagai negara sponsor teror.
Korea Utara menanggapi dengan memperingatkan bahwa mereka akan membalas jika masyarakat internasional meningkatkan sanksi, dan menyebut bahwa AS mengarahkan situasi 'ke ambang perang.'
Cina telah lama menjadi sekutu diplomatik dan mitra dagang Korea Utara terdekat, namun hubungan itu menegang belakangan terkait penolakan Pyongyang untuk menghentikan pengujian nuklir dan rudal.
Ada kekhawatiran bahwa Pyongyang akhirnya akan bisa mengembangkan kemampuan meluncurkan rudal nuklir jarak jauh yang mampu mencapai daratan AS. (*/BBC Indonesia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kapal-perang-as_20170409_152637.jpg)