Armada Tempur Amerika Serikat Bergerak Menuju Semenanjung Korea, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Presiden Donald Trump sudah mengatakan AS siap bertindak sendiri untuk menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.

Editor: Muhammad Fatoni
AFP
Carl Vinson (tengah) dipandu oleh berbagai kapal perang lainnya. 

TRIBUNJOGJA.COM - Militer AS telah memerintahkan sebuah armada tempur angkatan laut untuk bergerak menuju semenanjung Korea,

Satuan tempur Carl Vinson yang terdiri dari sebuah kapal induk dan sejumlah kapal perang lainnya telah bergerak menuju Pasifik Barat terkait berbagai ujicoba rudal Korea Utara.

Komando Pasifik AS menyebut pengerahan itu merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga kesiagaan di wilayah tersebut.

Presiden Donald Trump sudah mengatakan AS siap bertindak sendiri untuk menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.

"Korea Utara terus menjadi ancaman nomor satu di wilayah itu, terkait program uji coba rudal mereka yang gegabah, tidak bertanggung jawab dan mengakibatkan ketidastabilan kawasan, serta upaya negeri itu untuk mengejar kemampuan senjata nuklir," kata juru bicara Komando Pasifik AS Dave Benham.

Apa saja yang dikerahkan?

Armada tempur itu terdiri dari kapal induk kelas Nimitz, USS Carl Vinson, dua kapal perusak dan sebuah kapal perang.

Selain daya serangnya yang mencolok, armada ini memiliki kemampuan untuk mencegat rudal balistik.

Awalnya armada ini dijadwalkan untuk berlabuh di Australia, namun kemudian dialihkan dari Singapura ke Pasifik barat- yang sebelumnya menjadi lokasi latihan gabungan dengan AL Korsel.

Apa konteks pengerahan ini?

Korea Utara telah melakukan sejumlah tes nuklir, dan para pengamat memprediksi mereka siap meluncurkan berbagai uji coba berikutnya dalam upaya untuk mengembangkan hulu ledak nuklir yang bisa mencapai AS.

Ada indikasi bahwa Korea Utara mungkin akan menguji rudal antarbenua, meskipun resolusi PBB jelas melarang Korut melakukan uji coba senjata apa pun.

Hari Rabu lalu Korut melakukan uji coba peluncuran rudal balistik jarak menengah dari pelabuhan Sinpo di timur ke Laut Jepang. Tes yang dilakukan sebulan setelah peluncuran empat rudal balistik ke arah Laut Jepang itu merupakan langkah yang memicu kemarahan Jepang.

Apa yang terjadi di belakang layar?

Tes terbaru Korut - yang dikutuk oleh Jepang dan Korea Selatan - terjadi pada malam menjelang kunjungan Presiden Cina Xi Jinping ke AS untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved