Ladang Diserang Kera Merapi Dinas Angkat Tangan

Pasalnya hama yang merusak tanaman di ladang petani bukan lagi organisme yang biasa menyerang tanaman pangan.

Penulis: ang | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meningkatnya intensitas konflik antara petani di Bandungan, Kecamatan Jatinom dengan kera ekor panjang Merapi membuat Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten angkat tangan.

Pasalnya hama yang merusak tanaman di ladang petani bukan lagi organisme yang biasa menyerang tanaman pangan.

Kepala DPKPP Klaten, Wahyu Prasetya mengatakan pihaknya tidak dapat sembarangan melakukan penanganan konflik petani dan kera ekor panjang.

Pasalnya masalah tersebut berkaitan dengan satwa yang hidup di Taman Nasional Gunung Merapi.

"Kami harus melibatkan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Tengah karena yang ditangani adalah satwa yang hidup di Gunung Merapi. Kami juga tidak tahu apakah hewan yang menyerang lahan warga termasuk satwa dilindungi atau tidak," ungkapnya, Minggu (5/3/2017).

Menurutnya jika penanganan dilakukan serampangan, ia khawatir akan membawa dampak negatif, khususnya bagi kawanan kera yang menyerang lahan petani.

Pihaknya juga meminta petani untuk tidak memburu kera-kera yang turun di ladang.

"Untuk sementara cukup diusir saja, tidak perlu sampai diburu. Nanti dikooridinasikan dengan pihak BKSDa yang lebih memahami masalah ini," paparnya.

Meski demikian, Wahyu mengaku belum mendapatkan laporan dari petani mapun pemerintah desa setempat terkait serangan kera ekor panjang Merapi. Termasuk jumlah lahan yang dirusak.

"Kami berharap petani atau pemdes (Bandungan) segera berkoordinasi dengan penyuluh, sehingga dampaknya bisa diukur," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved