Empat Tempat Bising yang Bisa Ganggu Pendengaran

Tempat bermain anak di mal yang penuh suara musik ternyata memiliki tingkat kebisingan mencapai 96,1 desibel.

Empat Tempat Bising yang Bisa Ganggu Pendengaran
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Tanpa disadari kebisingan bisa menganggu fungsi pendengaran. Ketua Komisi Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT) dr DamayantiSoetjipto SpTHT-KL(K), menjelaskan, batas aman tingkat kebisingan pada pendengaran adalah 80 desibel.

"Batas aman itu 80 desibel bisa untuk pendengaran selama 24 jam. Suara terlalu keras, telinga ibarat digedor-gedor sampai capek," jelasDamayanti di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Lenih dari itu, bisa merusak pendengaran hingga ketulian yang bersifat permanen. 

Damayanti mengungkapkan, ada beberapa lokasi yang ternyata tingkat kebisingannya lebih dari 80 desibel. Di mana saja itu?

1. Tempat bermain anak di mal
Tempat bermain anak di mal yang penuh suara musik ternyata memiliki tingkat kebisingan mencapai 96,1 desibel. Bahkan dibeberapa mesin permainan bisa mencapai 101,3-128 desibel.

"Jadi jangan bawa anak lama-lama bermain di situ. Sebaiknya tidak terlalu sering, " kata Damayanti.

Damayanti mengungkapkan, 100 desibel saja batasan mendengar yang aman hanya 15 menit. Selebihnya bisa merusak pendengaran.

2. Menghadiri konser musik
Begitu pula dengan konser musik. Misalnya musik rock dengan suara yang amat keras. Berada di tengah konser musik tingkat kebisingannya bisa lebih dari 100 desibel. Apalagi bila Anda duduk atau berdiri didekat speaker.

3. Naik angkutan umum penuh musik
Pernah jalan-jalan naik angkutan umum ke Kupang, Sorong, Padang, hingga Ternate? Di sana, angkutan umum penuh dengan musik.

Hasil pengukuran, angkutan umum di Sorong bisa mencapai 110 desibel. Batas aman untuk pendengaran hanya sekitar 5 menit.

4. Bengkel sekolah
Sekolah Menengah Kejuruan teknik biasanya ada praktik menggunakan mesin-mesin bersua keras. Mesin tersebut juga di atas 80 desibel.

Menurut Damayanti, para pelajar tersebut harusnya menggunakan penutup telinga. Namun, ada beberapa sekolah yang tidak memberikan fasilitas penutup telinga. (Kompas.com/Dian Maharani)

Editor: dik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved