Meriahnya Suasana Imlek di Kelenteng Fuk Ling Miau

Kelenteng Fuk Ling Miau, di jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Sabtu (28/01/2017) ramai oleh para jemaah.

Tribun Jogja/Tris Jumali
Angling Wijaya Ang Ping Siang (kiri), Ketua Yayasan Kelenteng Fuk Ling Miau membagikan uang Rp 5.000 kepada warga yang sudah menunggu di depan Klenteng Fuk Ling Miau sejak pagi, Sabtu (28/1/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tris Jumali

TRIBUNJOGJA.COM - Kelenteng Fuk Ling Miau, di jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Sabtu (28/01/2017) ramai oleh para jemaah. 

Mereka yang sebagian besar keturunan Tionghoa beribadah sebagai wujud rasa syukur dan merayakan tahun baru Imlek 2568.

Namun, warga yang bukan dari keturunan Tionghoa pun ikut datang ke kelenteng tersebut.

Satu diantaranya Gogon (25) asal Kebumen, yang sehari-harinya mencari barang bekas.

Ia datang ke kelenteng untuk mencari angpao.

"Di sini udah dari pagi. Kata teman ada bagi-bagi angpao. Lumayan kalau dapat rezeki," ucap Gogon.

Gogon telah mendapatkan Rp 15.000 dari hasil menunggu di depan kelenteng bersama teman-temannya yang berprofesi sama.

Pantauan tribunjogja.com, saat pembagian angpao, banyak diantara pencari angpao ini yang berebut. 

Padahal pihak pengelola kelenteng sudah meminta mereka untuk tertib berbaris.

Serba Merah

Sementara itu, suasana di dalam kelenteng dipenuhi oleh jemaah yang sembahyang.

Mereka mengenakan pakaian serba merah-merah. 

Antonius Reiza (24) menjelaskan bahwa baju merah yang juga ia kenakan itu memiliki arti banyak keberuntungan.

"Merah itu maknanya keberuntungan. Semoga di tahun Ayam Ini, bisa lebih giat lagi dalam hal apapun, kerja maupun kuliah," tutur Reiza yang saat ini sedang kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved