RSUP dr. Sardjito Aman Dikunjungi
Pihak RSUP dr. Sardjito juga membantah bila ada 15 pasien suspect anthrax dirawat di RS milik pemerintah tersebut.
Penulis: gil | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrar Gilang Rabbani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito menegaskan, Rumah Sakit aman dikunjungi.
Pihak RSUP dr. Sardjito juga membantah bila ada 15 pasien suspect anthrax dirawat di RS milik pemerintah tersebut.
Direktur Medis dan Keperawatan RSUP dr. Sardjito dr. Rukmono Siswihanto spog. (K) Mkes menegaskan, RS aman untuk dilakukan pelayanan kesehatan dan jenguk pasien rawat inap.
"RSUP aman untuk dikunjungi, walaupun ada pasien suspect Anthrax, bukan berarti akan terjadi penularan dan penyebaran virus atau bakteri anthrax," ujar Rukmono dalam jumpa pers-nya pada Sabtu (21/1/2017).
Baca: REALTIME NEWS: RSUP Sardjito Jelaskan Kronologis Perawatan Anak Suspect Antraks
Sebelumnya, RSUP dr. Sardjito membenarkan ada seorang pasien suspect Anthrax yang dirawat lalu meninggal.
Namun RSUP masih menunggu konfirmasi hasil penelitian dari Dinas Kesehatan.
"Kita tidak bisa bilang bahwa pasien inisial H tersebut meninggal karena Anthrax. Itu harus dibuktikan penelitian dari Dinkes dulu," jelasnya.
Baca: RSUP Sardjito Telusuri Surat yang jadi Viral Tentang Antraks
Pasien anak dengan inisial H asal Sleman meninggal pada Jumat (6/1/2017).
Dalam surat kematiannya, pasien tersebut tertulis meninggal akibat infeksi otak.
Baca: Bocah di Godean Meninggal Dunia Diduga karena Antraks
Rukmono juga membantah RS-nya menerima 15 pasien Anthrax. Kabar tersebut bohong alias tidak benar.
Kabar yang beredar di masyarakat melalui media sosial menyebutkan, ada 15 pasien Anthrax yang dirawat di RSUP dr. Sardjito. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rsup-dr-sardjito_20170121_163536.jpg)