Cabai, Bumbu Terpenting Nomor Dua
Meskipun mahal, cabai tetap dicari pembeli, terlebih ada kebiasan makan pedas di masyarakat Indonesia, cabai akan terus dicari.
Penulis: dnh | Editor: Ikrob Didik Irawan
tribunjogja/azka ramadhan
Salah satu pedagang komoditas bumbu dapur di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, Minggu (27/11/2016).
Terkait dengan banyaknya kuliner yang mengandalkan cabai dan rasa pedas, Murdijati menilai kuliner tersebut semua kena dampaknya.
Karena tidak bisa dipungkiri, kuliner yang laris yang punya serba pedas.
"Ini disebabkan karena secara ilmu cabai mempunyai senyawa yang bernama Capsaisin. Itu merupakan senyawa yang ada pada cabai merah yang memberikan rasa pedas dan sifatnya stimulan, merangsang nafsu makan," sebutnya menjelaskan.
Sementara itu sebenarnya ada pengganti cabai, yakni bubuk cabai.
"Bubuk cabai adalah hasil industri yang harus diadakan supaya kalau terjadi krisis seperti sekarang bisa menjadi dewa penolong. Tetapi sayangnya dari aspek cita rasa sambal dari bubuk cabai sama sambal dari ulegan itu beda sekali," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pedagang-cabai_20161127_222624.jpg)