Angin Kencang Landa DIY

Sutikno Lihat Pohon Beringin Akan Tumbang

Pohon yang telah memiliki diameter lebih dari dua meter itu, Senin (9/1/2017), menimpa bengkel mebel tempatnya mengais rejeki.

Penulis: akb | Editor: oda
tribunjogja/jihad akbar
Relawan mengevakuasi pohon tumbang terdampak hujan angin di Kronggahan Sleman. 

"Mereka berempat, yang luka parah dua. Dikdo kena kakinya, yang satu kena paha atas, saya kurang tahu namanya," ujarnya.

Di lain tempat, satu pohon beringin yang ada di pinggiran Lapangan Denggung Sleman juga tumbang. Pohon itu menimpa angkringan dan satu sepeda motor.

Dua orang pengunjung angkringan, Cesar dan Sandy mengalami luka ringan pada kejadian itu.

Robiyana, pemilik angkringan mengatakan, saat kejadian ditempatnya ada lima orang pembeli.

Hujan deras disertai angin kencang tersebut langsung menumbangkan pohon yang ada ditenggara angkringan miliknya. 

"Saya juga masih di dalam angkringan tadi. Sempat tertimpa pohon juga. Untungnya tidak luka, karena saya di sela-sela batang," ungkapnya. 

Dari data sementara BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sleman, angin kencang puting beliung itu terjadi di wilayah Kecamatan Sleman, Kecamatan Mlati, dan Kecamatan Gamping bagian utara.

Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto menuturkan, pihaknya saat ini terus mengumpulkan data dampak kejadian tersebut.

Pasca kejadian itu, pihaknya bersama relawan, Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI dan Polri bergerak membersihkan pohon-pohon yang menutupi jalan. Kemudian diteruskan dengan membersihkan pohon yang menimpa rumah.

Berbagai peralatan mulai dari gergaji mesin hingga alat berat digunakan untuk mengevakuasi pepohonan itu. 

"Kalau pohon tumbang banyak. Di sepanjang jalan. Evakuasi masih terus dilakukan tim dari BPBD dan relawan. Sekarang semuanya sedang terjun ke lokasi," ungkap Joko.

Sedangkan dari data yang dihimpun Pusdalops BPBD DIY hingga Senin pukul 16.30 tercatat ada 26 titik yang terdampak angin kencang itu.

Manajer Pusdalops BPBD DIY Danang Samsurizal mengatakan, lima titik berada di wilayah Mlati dan 21 titik di wilayah Sleman. 

"Untuk sementara data korban luka-luka tertimpa pohon ada tiga orang. Proses pendataan dan penanganan masih berlanjut," ujarnya. 

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada pada saar cuaca ektrim akhir-akhir ini. Ia meminta jika cuaca dengan cepat berubah agar berhati-hati.

Pasalnya kejadian angin kencang serupa dua kali terjadi pada pekan lalu, Rabu (4/1/2017) dan Kamis (5/1/2017). 

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada. Diusahakan jauhi pohon besar saat hujan," ungkap Bupati saat meninjau lokasi di Kronggahan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved