Angin Kencang Landa DIY
Sutikno Lihat Pohon Beringin Akan Tumbang
Pohon yang telah memiliki diameter lebih dari dua meter itu, Senin (9/1/2017), menimpa bengkel mebel tempatnya mengais rejeki.
Penulis: akb | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Suara keras tumbangnya pohon beringin berumur puluhan tahun itu masih terniang jelas di kepala Sutikno, warga Sleman.
Pohon yang telah memiliki diameter lebih dari dua meter itu, Senin (9/1/2017), menimpa bengkel mebel tempatnya mengais rejeki.
Pria itu merupakan salah satu pegawai bengkel mebel yang berada di Simpang Empat Jalan Kebon Agung Sleman.
Siang itu cuaca di beberapa wilayah Sleman memang sedang tidak bersahabat. Panas terik matahari sekejab berganti dengan hujan deras.
Sutikno kala itu sedang berada di bengkel bersama seorang pedangang es buah yang bersebelahan dan dua orang lainnya.
Hujan deras yang tiba-tiba mengguyur diaertai angin kencang itu awalnya membuatnya enggan untuk beranjak.
"Terus saya lihat keluar. Saya lihat pohon beringinnya (di depan bengkel mebel) sudah mau ambruk," ungkapnya.
Sontak melihat peristiwa itu Sutikno mengajak ketiga orang yang ada di dalam deretan kios bangunan tak permanen segera keluar.
Namun nahas, angin kencang puting beliung dengan cepat merobohkan pohon berukuran besar.
Dua orang yang bersama tertimpa batang pohon. Salah satunya yakni penjual es buah bernama Dikdo.
Maryono, paman penjual es buah mengungkapkan, musibah itu membuat Dikdo mengalami luka patah tulang pada bagian kaki kiri.
"Saya waktu itu di rumah dekat sini, pas dikabari sampai sini masih hujan. Saya lihat Dikdo, bergerak sedikit saja tidak bisa," tutur Maryono.
Penjual es buah yang berdampingan dengan bengkel mebel itu tertimpa batang pohon beringin.
Maryono yang saat itu tak kuasa melihat keponakannya dan seorang lain yang tak dikenal kesakitan langsung memberikan pertolongan.
Bersama sejumlah orang ia membawa kedua korban luka parah itu ke RSA UGM.
"Mereka berempat, yang luka parah dua. Dikdo kena kakinya, yang satu kena paha atas, saya kurang tahu namanya," ujarnya.
Di lain tempat, satu pohon beringin yang ada di pinggiran Lapangan Denggung Sleman juga tumbang. Pohon itu menimpa angkringan dan satu sepeda motor.
Dua orang pengunjung angkringan, Cesar dan Sandy mengalami luka ringan pada kejadian itu.
Robiyana, pemilik angkringan mengatakan, saat kejadian ditempatnya ada lima orang pembeli.
Hujan deras disertai angin kencang tersebut langsung menumbangkan pohon yang ada ditenggara angkringan miliknya.
"Saya juga masih di dalam angkringan tadi. Sempat tertimpa pohon juga. Untungnya tidak luka, karena saya di sela-sela batang," ungkapnya.
Dari data sementara BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sleman, angin kencang puting beliung itu terjadi di wilayah Kecamatan Sleman, Kecamatan Mlati, dan Kecamatan Gamping bagian utara.
Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto menuturkan, pihaknya saat ini terus mengumpulkan data dampak kejadian tersebut.
Pasca kejadian itu, pihaknya bersama relawan, Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI dan Polri bergerak membersihkan pohon-pohon yang menutupi jalan. Kemudian diteruskan dengan membersihkan pohon yang menimpa rumah.
Berbagai peralatan mulai dari gergaji mesin hingga alat berat digunakan untuk mengevakuasi pepohonan itu.
"Kalau pohon tumbang banyak. Di sepanjang jalan. Evakuasi masih terus dilakukan tim dari BPBD dan relawan. Sekarang semuanya sedang terjun ke lokasi," ungkap Joko.
Sedangkan dari data yang dihimpun Pusdalops BPBD DIY hingga Senin pukul 16.30 tercatat ada 26 titik yang terdampak angin kencang itu.
Manajer Pusdalops BPBD DIY Danang Samsurizal mengatakan, lima titik berada di wilayah Mlati dan 21 titik di wilayah Sleman.
"Untuk sementara data korban luka-luka tertimpa pohon ada tiga orang. Proses pendataan dan penanganan masih berlanjut," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada pada saar cuaca ektrim akhir-akhir ini. Ia meminta jika cuaca dengan cepat berubah agar berhati-hati.
Pasalnya kejadian angin kencang serupa dua kali terjadi pada pekan lalu, Rabu (4/1/2017) dan Kamis (5/1/2017).
"Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada. Diusahakan jauhi pohon besar saat hujan," ungkap Bupati saat meninjau lokasi di Kronggahan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/evakuasi-pohon-tumbang_20170109_195044.jpg)