Kisah Penangkapan Perampok Pulomas di Pool Bus ALS

dua polisi yang berpakaian preman itu sudah menunggu kedatangan bus, sehari sebelum penangkapan

Tayang:
Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ersangka perampokan sadis di Pulomas Ridwan Sitorus alias Ius Pane ditunjukkan oleh pihak kepolisian saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/1/2017). Ius Pane yang merupakan buron tersangka perampokan sadis di Pulomas ditangkap saat turun dari bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Medan saat akan melarikan diri. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Sejak pertama naik bus PT ALS dari Bogor tujuan Medan, Ius meminta sang sopir Marwan Nasution untuk menurunkannya di Amplas, selanjutnya naik angkot ke Belawan.

"Saya bilang banyak angkot ke Belawan yang melintas di depan pol bus ALS seperti Morina. Makanya (Ius) turun di pol," cerita Marwan kepada Tribun Medan.

"Kalau sempat turun di Amplas tadi mungkin saja sulit menangkapnya. Saya juga enggak tahu kenapa polisi tangkap dia," Marwan menduga-duga.

Marwan tak tahu Ius adalah buronan polisi usai merampok dan memiliki ide menyekap 11 orang di dalam toilet 1,5 x 1,5 meter rumah pengusaha Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur, Senin (26/12/2016).

Selama perjalanan, tak ada gelagat aneh yang Ius tunjukkan.

Marwan sangat mengenal ius karena di antara penumpang ia memakai topi putih.

Ius duduk di bangku nomor 37, tak jauh dari pintu belakang.

Selama di perjalanan Ius selalu berbincang-bincang dengan penumpang lainnya.

"Saya tahu dia perampok saat polisi itu bilang. Alhamdulilah perampok Pulomas ketangkap juga," sambung Marwan. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved