Kisah Penangkapan Perampok Pulomas di Pool Bus ALS
dua polisi yang berpakaian preman itu sudah menunggu kedatangan bus, sehari sebelum penangkapan
Sejak pertama naik bus PT ALS dari Bogor tujuan Medan, Ius meminta sang sopir Marwan Nasution untuk menurunkannya di Amplas, selanjutnya naik angkot ke Belawan.
"Saya bilang banyak angkot ke Belawan yang melintas di depan pol bus ALS seperti Morina. Makanya (Ius) turun di pol," cerita Marwan kepada Tribun Medan.
"Kalau sempat turun di Amplas tadi mungkin saja sulit menangkapnya. Saya juga enggak tahu kenapa polisi tangkap dia," Marwan menduga-duga.
Marwan tak tahu Ius adalah buronan polisi usai merampok dan memiliki ide menyekap 11 orang di dalam toilet 1,5 x 1,5 meter rumah pengusaha Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur, Senin (26/12/2016).
Selama perjalanan, tak ada gelagat aneh yang Ius tunjukkan.
Marwan sangat mengenal ius karena di antara penumpang ia memakai topi putih.
Ius duduk di bangku nomor 37, tak jauh dari pintu belakang.
Selama di perjalanan Ius selalu berbincang-bincang dengan penumpang lainnya.
"Saya tahu dia perampok saat polisi itu bilang. Alhamdulilah perampok Pulomas ketangkap juga," sambung Marwan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tersangka-perampokan-sadis-di-pulomas-ridwan-sitorus-alias-ius-pane_20170102_063041.jpg)