Tahukah Anda Kebanyakan Melamun Bisa Tingkatkan Stres dan Depresi?
Kabarnya, manusia melamun alias membiarkan pikirannya mengembara sebanyak 160 kali setiap harinya.
TRIBUNJOGJA.COM - Kabarnya, manusia melamun alias membiarkan pikirannya mengembara sebanyak 160 kali setiap harinya.
Tanpa sadar, kecenderungan mengizinkan pikiran berkelana, justru membuat tingkat stres dan tertekan semakin tinggi.
Tahukah Anda kebanyakan melamun bisa meningkatkan stres dan depresi?
Apakah Anda jenis orang yang sering melamun?
Misalnya, saat membaca sesuatu, pikiran malah berkelana sehingga harus mengulang membaca lagi dari awal.
Apakah Anda sering lupa bahkan salah lihat tanda lalu lintas ketika berkendara?
Atau bahkan Anda sering melupakan nama seseorang ketika bertemu kembali?
Apakah pikiran Anda sering kurang fokus memikirkan ini dan itu dan mudah pecah konsentrasi?
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan melamun atau membiarkan pikiran mengembara jika diperlukan.
Misalnya, saat sedang bersantai, menikmati pemandangan, dan berwisata.
Namun jika Anda sering melamun saat membaca, berbicara, bahkan saat bekerja, itu baru bahaya.
Mengapa?
Sebab pikiran manusia memiliki bias negatif yang jika tidak dikendalikan akan menyebabkan masalah emosional.
Seperti konflik dalam diri yang membuat kekhawatiran, keraguan, dan penyesalan memuncak.
Otak manusia secara natural mendeteksi konflik dan mengirim sinyal kuat yang bisa mengganggu kesehatan mental.
Bagian dari otak yang melakukan itu disebut anterior cingulate. Melamun berbeda dengan menghayal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/melamun-kesehatan_20161214_153020.jpg)