Banjir Tahunan, Bantuan Pompa Air Tak Mampu Jadi Solusi
Pemerintah Desa Karangasem mencatat, sedikitnya 60 hektare dari total 151 hektare lahan pertanian di desa tersebut terdampak banjir.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Desa Karangasem, Kecamatan Cawas merupakan salah satu desa yang terdampak bencana banjir di wilayah Klaten.
Parahnya, banjir tersebut terjadi hampir setiap tahunnya saat musim penghujan tiba.
Pemerintah Desa (Pemdes) Karangasem mencatat, sedikitnya 60 hektare dari total 151 hektare lahan pertanian di desa tersebut terdampak banjir.
Adapun banjir yang terjadi lantaran luapan aliran sungai yang digunakan untuk irigasi, maupun jebolnya tanggul sungai. Kondisi tersebut bahkan membuatsawah terendam berhari-hari, bahkan sebagian puso.
Kadus II Desa Karangasem, Agung Purnomo mengatakan kondisi tersebut berbalik 180 derajat saat musim kemarau.
Pengairan cukup sulit sehingga dibutuhkan pengairan melalui pompa air.
“Jika hujan sampai kebanjiran, tapi jika kemarau banyak lahan kekeringan bila tidak diairi lewat pompa,” katanya, Minggu (27/11/2016).
Menurutnya atas kondisi tersebut, desa tersebut menjadi salah satu desa penerima bantuan pompa air dari pemerintah melalui kelompok tani.
Saat ini, di Karangasem terdapat delapan pompa air tenaga diesel; lima pompa berkapasitas 5 pk dan tiga pompa berkasitas 12 pk.
Seyogianya Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten menyarankan desa penerima bantuan pompa air untuk memanfaatkan pompa-pompa tersebut untuk menyedot air saat lahan kebanjiran pada tahun 2012 lalu.
Namun pada kenyataannya, pompa-pompa tersebut justru tidak mampu mengatasi dampak banjir di lahan pertanian.
“Kami pernah mencoba menyedot air yang membanjiri sawah. Namun hasilnya tidak efektif karena volume air yang banyak,” paparnya.
Bahkan desa dan kelompok tani menghabiskan anggaran hingga lebih dari Rp 1 juta untuk membeli bahan bakar solar yang digunakan untuk mengoperasikan pompa diesel.
Namun hingga dua hari disedot secara non-stop, air yang membanjiri sawah tak kunjung surut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/padi-kena-banjir_20160619_180542.jpg)