Multirotor Jogja Tidak Sekedar Wadah Pecinta Drone
Berdiri pada 15 November 2015, Komunitas Multirotor Jogja menaungi penggemar drone atau multirotor di DIY dan sekitarnya.
Terbuka
Meskipun membawa Jogja dalam nama komunitasnya, namun Multirotor Jogja juga terbuka bagi anggota yang berdomisili di manapun untuk ikut bergabung.
"Anggota ada yang berdomisili di Solo, Magelang, sampai Jawa Timur. Kami juga membebaskan anggota untuk ikut di komunitas yang lain. Yang jelas kami sudah mendeklarasikan diri bukan organisasi politik dan tidak memiliki unsur politik praktis dalam kegiatannya," katanya.
Sebagaimana pilot pesawat terbang sesungguhnya, pilot multirotor harus memiliki jam terbang yang tinggi untuk bisa mengendarai armadanya.
Komunitas ini memfasilitasi anggotanya dalam kegiatan Jagongan Mabur yang diadakan sebulan sekali untuk saling sharing dan berlatih terbang.
Untuk meminimalisir gangguan frekuensi, mereka membatasi hanya empat drone yang boleh terbang bersamaan dalam satu waktu.
Latihan
Tiap akhir pekan, mereka juga kerap berlatih di Lapangan Janabadra, Agro Blok O dan alun-alun untuk menambah jam terbang.
Sementara untuk drone jenis racing, mereka setidaknya berlatih tiga kali dalam seminggu agar bisa menguasai armada untuk kompetisi.
"Biasanya seorang pilot membutuhkan 15 jam terbang untuk bisa lebih percaya diri dan memiliki reflek yang bagus dalam mengendarai drone," terangnya.
Sebagaimana perkembangan teknologi yang semakin maju, teknologi multirotor pun semakin berkembang saat ini.
Pada masa booming tahun 2014 silam, multirotor dibanderol sangat mahal dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membeli.
Terjangkau
Namun saat ini, multirotor sudah bisa dibeli dengan harga terjangkau lengkap dengan teknologi terkini.
Pencitraan visual tidak bisa dilepaskan dari fungsi multirotor ini.
Kini, pesawat tanpa awak inipun banyak difungsikan untuk berbagai hal, semisal fotografi, videografi, rekreasi hingga pemetaan.
Maka tidak mengherankan kalau anggotanya memiliki latar belakang hobi fotografi maupun aeromodeling dan sekarang menseriusinya menjadi sebuah profesi.
Anggota Multirotor Jogja ini kerap mendapatkan pekerjaan dokumentasi dari berbagai pihak.
Jika ada pekerjaan, biasanya mereka berkoordinasi dengan anggota yang lain untuk menentukan siapa saja yang bertanggung jawab.
Mereka pun sudah menetapkan tarif standar penggunaan jasa dokumentasi yang sudah mencakup risiko bilamana armada rusak saat dipakai.
Wisata
Tak hanya komersil, Multirotor Jogja juga bergabung dalam Forum Lintas Komunitas Peduli Wisata Jogja yang bertujuan memberdayakan pengembangan wisata berbasis komunitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/drone_dsgfsg_20161118_172012.jpg)