Multirotor Jogja Tidak Sekedar Wadah Pecinta Drone
Berdiri pada 15 November 2015, Komunitas Multirotor Jogja menaungi penggemar drone atau multirotor di DIY dan sekitarnya.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berdiri pada 15 November 2015, Komunitas Multirotor Jogja menaungi penggemar drone atau multirotor di DIY dan sekitarnya.
Berawal dari individu yang memiliki hobi yang sama, akhirnya penggemar multirotor ini berkumpul dan menjadi sebuah komunitas.
Gagasan untuk membentuk sebuah komunitas ini juga didorong oleh peraturan menteri yang menyarankan pilot-pilot multirotor ini tergabung dalam komunitas agar mudah mensosialisasikan aturan-aturan terkait penerbangan.
Multirotor Jogja pun kemudian berkumpul di Kaliurang untuk mengadakan Rapat Musyawarah, membentuk kepengurusan dan menyusun Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga sebagai landasan organisasi agar aktifitas mereka terarah.
Satu Jenis
Awalnya, komunitas ini hanya beranggotakan satu jenis rotor saja.
Tidak mau terkesan membatasi diri, mereka pun terbuka untuk segala multirotor yang memiliki lebih dari tiga baling-baling, baik buatan pabrikan atau rakitan sendiri.
Hingga kini, anggotanya mencapai 62 orang di DIY dan sekitarnya, dimana 20an di antaranya merupakan anggota aktif.
Komunitas ini membagi keanggotaannya dalam dua kategori, yakni anggota penuh dan partisipan.
Anggota penuh merupakan anggota yang memiliki armada dan memiliki hak suara saat musyawarah berlangsung.
Sementara partisipan merupakan anggota yang belum memiliki armada namun mempunyai minat yang sama pada multirotor.
Hak Suara
Meskipun diperbolehkan mengikuti acara-acara yang diadakan Multirotor Jogja, namun partisipan tidak memiliki hak suara dalam musyawarah.
"Kami tetap memberikan wadah bagi anggota yang belum memiliki armada untuk bergabung dalam komunitas sebagai wadah tukar pengalaman. Hobi ini kan tidak murah, kami pernah merasakan membayar ekstra mahal untuk eksperimen. Anggota penuh dapat memberikan masukan dan mengarahkan bila partisipan ingin membeli multirotor, karena armada sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya," ujar Ketua Umum Multirotor Jogja, Kuncara Aji Kusuma (41).
Anggota Multirotor Jogja ini datang dari berbagai kalangan, di antaranya pelajar, pensiunan, mahasiswa, PNS, wiraswasta, TNI Polri hingga pilot pesawat.
Uniknya, usia mereka juga beragam, anggota termudanya merupakan pelajar SMP, sementara anggota tertuanya berusia 70an tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/drone_dsgfsg_20161118_172012.jpg)