Kisah Menegangkan Penerjunan Pasukan AURI di Hutan Rimba Papua
Pleton 2 dan 4 Resimen Tim Pertempuran Pasukan Gerak Tjepat (RTP PGT) TNI AU di tahun 1962 masih kering pengalaman tempur.
Keenam Hercules akan dikawal oleh tiga pembom strategis Tu-l6 Badger, satu Il-28 Beagle, dua B-25/26, empat P-51 Mustang dan dua UF-1 Albatross yang berperan sebagai pesawat SAR.
Operasi akan dilakukan secara serentak dengan sasaran di daerah Klamono-Sorong, Kaimana, dan Merauke. Mayjen Soeharto sebagai Panglima Mandala memimpin langsung Operasi Jatayu bersama Komodor Udara Leo Wattimena.
Pada pukul 22.00 WIT tanggal 12 Agustus, Mayjen Soeharto dengan menggunakan pesawat komando Convair-240 yang diterbangkan Kolonel Udara Tituler Partono, terbang di sekitar timur Pulau Seram.
Operasi lintas udara yang akan menerjunkan pasukan pada tengah malam pukul 02.00 ini, dipecah ke dalam tiga kelompok dengan rincian sebagai berikut.
Operasi Elang, melibatkan dua C-130B Hercules yang diterbangkan Letkol Udara Slamet dengan wingman Kapten Udara Sukardi dan kopilot LU I Siboen.
Pesawat akan berangkat dari Laha untuk menerjunkan 132 anggota PGT di daerah Klamono-Sorong.
Pasukan dipimpin oleh Kapten Udara Radix Sudarsono, yang mulai meniti karier di PGT sebagai perwira pembinaan jasmani (binjas). Kedua Hercules dikawal oleh satu Il-28 dengan penerbang LU II Wakidjan.
Operasi Gagak dengan sasaran Kaimana dan Merauke, juga menggunakan dua Herculesyang dipimpin Mayor Udara Pribadi dan wingman Mayor Udara TZ Abidin.
Pesawat berangkat dari Letfuan dengan membawa 141 anggota Batalion 454 Banteng Raiders Diponegoro di bawah pimpinan Mayor Inf Untung Samsoeri. Mereka akan diterjunkan di sekitar Kaimana. Operasi ini dikawal oleh sebuah pembom B-25 dan satu Mustang.
Sementara Operasi Alap Alap dilaksanakan dari dua Hercules dengan flight leader Mayor Udara Nayoan dan wingman Kapten Udara Santoso Suharto.
Pesawat berangkat dari Amahai dengan membawa 132 anggota PGT yang akan diterjunkan di daerah Merauke. Pasukan yang dipimpin LU II Matitaputty itu bertugas untuk memperkuat pasukan RPKAD yang telah diterjunkan terlebih dahulu pada 23 Juni dalam Operasi Naga dipimpin Mayor Benny Moerdani.
Selain mendapat pengawalan dari pesawat tempur dan pembom, juga diberangkatkan pesawat Catalina dan Albatross untuk tugas SAR.
Menurut catatan Sukardi, Operasi Jatayu adalah operasi lintas udara terbesar yang pernah dilaksanakan AURI dalam satu malam, setidaknya hingga saat itu.
Menurut kesaksian para pelaku, seperti ditulis dalam buku 52 Tahun Infiltrasi PGT di Irian Barat, mereka diangkut menggunakan truk-truk sipil yang didatangkan entah dari mana.
Truk berangkat dari Margahayu dengan mengambil rute jalur Puncak, kemudian langsung ke Halim. Di Halim mereka ditampung di mashalling area yang sekarang dijadikan Lapangan golf Halim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/operasi-elang_20161111_204327.jpg)