Gelarnya Seabarek DR Dr. Zunaidi, Sp. Srf. Sp.Jtg. Sp.Rhm. Sp.Tlg, Ternyata Gadungan

Zunaidi tak sekadar mengkhayalkan sebagai dokter Mabes TNI AD berpangkat kolonel.Pria lulusan sekolah menengah pertama ini mengubah pangkatnya

Tayang:
Tribun Pontianak/Tito Ramadhani
Dokter gadungan TNI, Zunaidi, saat menunjukkan barang-barang di dalam mobil putih miliknya usai diamankan di Mako Detasemen Intelijen Kodam XII/Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (21/10/2016). 

Pura-pura

Rudi lantas menceritakan kepada Ade, Zunaidi mengaku perwira Mabes TNI. Keduanya sepakat melaporkan Zunaidi. Mereka pura-pura ingin berobat kembali dengan menghubungi Zunaidi.

"Selagi ditelepon mengaku sibuk ada rapat dengan IDI. Saya bilang anak saya mau masuk ke TNI, saya minta bantu dokter. Dia mengaku pangkat bintang dua. Kemudian melaporlah kami ke Intel, berkerjasama dengan IDI," terang dia.

Wakil Komandan Denintel Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Inf Catur Prasetyo Nugroho, menjelaskan telah menerima laporan masyarakat soal dokter gadungan bernama DR.Dr. Zunaidi, Sp.Srf.Sp.Jtg.Sp.Rhm.Sp.Tlg yang mengaku dari Mabes TNI AD dengan pangkat Mayjen.

Laporan dari warga masyarakat yang telah menjadi korban tersebutlah yang kemudian ditindaklanjuti pihaknya, sehingga dilakukan pengecekan di sekitar rumah DR.Dr. Zunaidi, Sp.Srf.Sp.Jtg.Sp.Rhm.Sp.Tlg.

"Ada sekitar lima warga yang mengaku menjadi korban sudah datang ke sini melaporkan. Informasi yang kami dapat, bahwa yang bersangkutan hanyalah lulusan SMP. Tetapi mengaku sebagai seorang dokter yang berpangkat Mayor Jenderal dari Mabes TNI AD," terang Catur.

Koordinasi

Untuk memastikan, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kubu Raya serta Puskesmas Sui Rengas.

Zunaidi saat itu diajak ke Puskesmas, ia bahkan sempat menuliskan nama serta titel lengkapnya di buku tamu Puskesmas Sungai Rengas.

Ia kemudian ditangkap saat tengah berada di Puskesmas, berikut barang-barang yang selama ini ia jadikan sebagai peralatan dan bahan pengobatan.

Dari pemeriksaan diketahuilah Zunaidi juga meracik bahan obat-obatan sendiri, baik obat dokter maupun herbal. Semuanya tidak bisa dipertanggungjawabkan dengan tarif di atas dua juta. (tribun pontianak)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved