Gelarnya Seabarek DR Dr. Zunaidi, Sp. Srf. Sp.Jtg. Sp.Rhm. Sp.Tlg, Ternyata Gadungan
Zunaidi tak sekadar mengkhayalkan sebagai dokter Mabes TNI AD berpangkat kolonel.Pria lulusan sekolah menengah pertama ini mengubah pangkatnya
Mabes TNI
Dengan rekan kerjanya Rudi, yang juga pasien Zunaidi, Ade akhirnya berusaha mencari tahu informasi si dokter gadungan ini hingga ke Mabes TNI AD.
"Namanya tidak ada di Mabes, saya akhirnya mengobati istri saya. Setelah itu tetap saja kami bercerai. Setelah mengetahui Zunaidi menipu, kami laporkan ke sini," terang dia.
Ade sempat tinggal di Jalan Danau Sentarum, sejak bercerai dengan istrinya ia tinggal di Kotabaru.
"Obat-obatnya itu dimasukkan ke dalam tiga kantong besar, ada kantong merah, kantong kuning dan kantong hijau," jelas Ade.
Dua Kali
Korban lain Rudi (48) mengamini ujaran Ade. Ia baru akan kedua kalinya berobat ke Zunaidi.
Namun, ia memilih berkoordinasi lebih dulu dengan petugas Denintel Kodam XII/ Tanjungpura.
"Dikasih obat seperti herbal dan jamu pakai kampel dan kapsul, jadi seperti lupa begitu dikasi obat. Saya langsung kasihkan uang. Saya baru sekali berobat ke dia, habis sekitar Rp 1.675.000," ungkap Rudi.
Saat berobat pertama kali, Rudi hanya mengeluhkan sering sakit pinggang.
Ia sempat heran, Zunaidi memberikannya obat racikan sebanyak dua kantong dan pil.
Anehnya, Zunaidi bilang obat itu tokcer untuk segala jenis penyakit.
"Segala penyakit obatnya tetap sama, jadi saya menyelidiki ke IDI," ucap Rudi.
Setelah berobat, malamnya Rudi meminum pil yang diberikan Zunaidi. Keesokan harinya, ia melanjutkan meminum jamu ramuan Zunaidi.
B"Kawan tanya berobat dengan siapa, saya jawab dokter tentara. Kawan bilang hati-hati ditipu, lalu saya cek kuitansi, baru sadar ditipu," urai Rudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gadungan_davdsvg_20161022_120022.jpg)