'Kebo Bule' Ini Mau Hidup Pas Malam 1 Sura

Setelah semuanya jadi, tiga hari "Kebo Bule" tidak mau hidup. Ajaibnya, pada 1 Sura kemarin, motor ini baru mau nyala

Penulis: abm | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Septiandri
Lulut Wahyudi bersama tim dari Retro Classic Cycles memperkenalkan Lucky Draw Kustomfes 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam setiap tahun penyelenggaraan Kustomfest di Yogyakarta, pihak penyelenggara selalu mengapresiasi pengunjung yang hadir dalam acara tersebut.

Yaitu dengan memberikan satu unit Lucky Draw, atau motor kustom dari hasil undian kupon yang didapat ketika membeli tiket Kustomfest.

Di tahun 2016, hal serupapun dilakukan dengan menyiapkan satu unit Lucky Draw kepada pengunjung.

Pada tahun ini, Lucky Draw diciptakan langsung oleh Lulut Wahyudi, Direktur Kustomfest bersama Retro Classic Cycle.

Dalam jumpa pers Kustomfest "Reborn Legend" 2016, beberapa hari lalu di Retro Classic Cycles, Jalan Melati Wetan Yogyakarta, Lulut memperkenalkan Lucky Draw Kustomfest 2016 kepada awak media yang hadir.

Motor kustom tersebut Lulut beri nama "Kebo Bule".

Sekitar bulan Mei 2016 lalu, Lulut berangkat ke Cirebon untuk menjadi juri dalam sebuah kompetisi otomotif di sana.

Setiap bertandang ke kota lain, Lulut memiliki kebiasaan yang dilakukannya secara konsisten hingga saat ini, yaitu berkunjung ke museum. Saat di Cirebon pun ia melakukan kebiasaan itu.

"Saya terinspirasi dari kereta kencana yang dimiliki oleh Keraton Cirebon, namanya Kereta Paksi Naga Liman yang diciptakan pada tahun 1428. Di abad itu, Keraton Cirebon sudah bisa menciptakan sebuah kereta kencana sendiri, dan teknologinya menurut saya sangat luar biasa pada saat itu," ungkap Lulut dalam jumpa pers Kustomfest 2016.

Dari situlah ia terinspirasi untuk menciptakan "Kebo Bule". Motif-motif yang terdapat pada Kereta Paksi Naga Liman sendiri diakui Lulut ia aplikasikan pada "Kebo Bule".

Butuh waktu selama 30 hari ia bersama teman-teman dari Retro Classic Cycles menciptakan motor berkapasitas 900 CC tersebut.

"Kita hanya bermodal sebuah mesin mati produk motor besar dari Amerika Serikat. Tangki, rangka, stang dan lainnya kita buat sendiri. Setelah semuanya jadi, tiga hari "Kebo Bule" tidak mau hidup. Ajaibnya, pada 1 Sura kemarin, motor ini baru mau nyala," tutur Lulut sambil tertawa.

"Kebo Bulo" dibuat dengan dominasi warna putih, ungu dan pink di beberapa bagian body-nya.

Kata Lulut, warna putih sendiri sebenarnya warna mati bagi dunia kustom. Namun ia ingin menabrak anggapan itu untuk direalisasikan pada karya terbarunya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved