Hammockers Tekankan Keselamatan
Banyak produsen maupun penjual hammock hanya sekedar menjual saja tanpa diserta faktor-faktor keamanan.
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banyaknya penggemar hammock, diikuti pula dengan banyaknya produsen adan penjual hammcok.
Di pasaran, banyak ditemukan hammock dengan berbagai bahan, model, kualitas, harga hingga warna.
Ironisnya, banyak produsen maupun penjual hammock hanya sekedar menjual saja tanpa diserta faktor-faktor keamanan. Sehingga calon pembeli harus teliti sebelum membeli hammock.
Komunitas Hammockers Regional DIY juga telah mendeklarasikan safety bagi setiap pengguna hammock yang ingin memasang tower hammock atau hammock bertingkat.
Bahkan mereka tidak segan-segan menolak permintaan membuat tower jika tidak disediakan safety master.
”Untuk membuat tower ini, banyak yang harus dipehatikan, mulai dari kekuatan pohon, teknik memasang hammock hingga menaikkan orang ke hammock-hammcok tersebut dan terpenting keberadaan safety master,” papar Anggota Hammockers Regional DIY, Ikram Tahir (26) beberapa waktu lalu.
Ia pun tidak menyarankan penderita vertigo untuk ber-hammocking. Vertigo merupakan penyakit keseimbangan yang tidak bisa beradaptasi dengan kondisi yang tidak stabil.
Karena hammock banyak berayun atau swinging, sehingga penderita vertigo akan merasa mual kemudian muntah.
”Selebihnya pengguna harus mengunakan standar alat ketinggian saat akan ber-hammocking yang cukup tinggi. Memang belum pernah ada yang cidera, namun pencegahan tentunya akan lebih baik,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hammock_20161003_174743.jpg)